Danramil Dan Kapolsek Jepara Dampingi Camat Lakukan Mediasi - MERDEKA JAYA POS

Breaking

MERDEKA JAYA POS

Berita Jepara Indonesia Terkini Hari Ini, Berita Harian Terkini Terpercaya daerah Jepara terlengkap terupdate seputar Jepara dan Indonesia- Merdeka Jaya Pos.

Post Top Ad

Post Top Ad

Rabu, 11 Maret 2020

Danramil Dan Kapolsek Jepara Dampingi Camat Lakukan Mediasi



Merdekajayapos.Jepara – Permasalahan antara warga RT 05/02 Desa Kedungcino Kecamatan Jepara dengan PD Muhammadiyyah Jepara terkait tanah waqaf kembali mencuat. Camat Jepara M Syafi'i didampingi Danramil 01/Jepara Kapten Chb Edi Susanto dan Kapolsek Jepara kota AKP IDG Mahendra lakukan mediasi penyelesaian masalah tersebut di Pendopo Kecamatan Jepara, Kamis (11/03/20).

Panitia pembangunan masjid Al Roudloh KH Sadali, Ketua PC Muhammadiyyah Kecamatan Jepara Fadkhan, Suyono dan Eko B Sulistyo menggugat tokoh warga RT 05/02 Desa Kedungcino, diantaranya Ketua RT Fauzi Samsudin, Margono, M Zaekhan, Teguh Triatmo dan Muh Husni Nadhor, karena menutup akses jalan pembangunan masjid, sehingga pembangunan masjid dihentikan. Dengan penutupan tersebut, berakibat banyak material pembangunan masjid mengalami kerusakan.

Mediasi tersebut dihadiri oleh Petinggi Desa Kedungcino Rohmat, Panitia Pembangunan Masjid Al Roudloh (penggugat) dan tim kuasa hukumnya, dan Tokoh masyarakat RT 05/02 (tergugat) beserta tim kuasa hukumnya.

M Syafi'i selaku Camat menyampaikan dalam mediasinya bahwa kegiatan ini sebagai tindak lanjut surat warga yang disampaikan kepada Plt Bupati Dian Kristiandi. Dan Plt Bupati memberikan mandat untuk memfasilitasi mediasi antara kedua belah pihak.

“Mari kita selesaikan dengan musyawarah, kalau diselesaikan secara hukum pasti akan menimbulkan gesekan di tengah masyarakat. Dengan musyawarah Insya Allah akan menimbulkan kerukunan. Kesampingkan ego masing-masing, jangan ingin memang snediri. Dan semoga dalam pertemuan ini ada solusi yang menguntungkan kedua belah pihak,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kapolsek Jepara kota AKP IDG Mahendra yang mengharapkan pertemuan ini dijadikan sarana silaturahmi dan membuahkan hasil yang baik.

Sementara Danramil 01/Jepara Kapten Edi Susanto menambahkan, bahwa permasalahan ini harus diselesaikan secara kekeluargaan, mengingat kedua belah pihak hidup secara bermasyarakat dan satu lingkungan. Dirinya meyakini dengan niatan baik, maka akan menghasilkan hasil yang baik juga.

“Misal permasalahan ini diselesaikan secara hukum dan dimenangkan oleh salah satu pihak, maka nantinya akan menimbulkan dendam diantara kedua belah pihak, sehingga dapat merusak kerukunan. Saya selaku Danramil tidak ingin melihat warga terpecah belah, tetap jaga kerukunan didalam masyarakat. Jangan sampai permasalahan ini menjadikan permasalahan yang mengabaikan nilai kemanusiaan, mari kita selesaikan dengan musyawarah mufakat,” imbuh Danramil.

Diketahui, sebelumnya warga melayangkan surat kepada Plt Bupati Jepara, atas status kepemilikan tanah yang sudah bersertifikat atas nama PD Muhammadiyah, pembentukan panitia pembangunan yang tanpa sosialisasi kepada warga, kerusakan tanaman-tanaman obat keluarga (toga) milik warga agar dicarikan lahan baru dan pengembalian drainase/parit yang sudah ditutup agar kembali dibuka.

Dari hasil musyawarah mediasi ini panitia pembangunan masjid (penggugat) dan tim kuasa hukum PDM meminta waktu untuk menyampaikan hasil tersebut kepada PDM Jepara untuk dilakukan rapat internal. Sementara pihak kecamatan akan mengadakan rapat mediasi lanjutan dengan mengundang kedua belah pihak menindak lanjuti keputusan hari ini setelah diadakan rapat internal PDM sebelum tanggal 18 Maret 2020. 

Post Top Ad