Babinsa Desa Blingoh Hadiri Penguatan Pelaksanaan Intervensi Dan Sensitif Desa Lokus. - MERDEKA JAYA POS

Breaking

MERDEKA JAYA POS

Berita Jepara Indonesia Terkini Hari Ini, Berita Harian Terkini Terpercaya daerah Jepara terlengkap terupdate seputar Jepara dan Indonesia- Merdeka Jaya Pos.

Post Top Ad

Post Top Ad

Rabu, 26 Agustus 2020

Babinsa Desa Blingoh Hadiri Penguatan Pelaksanaan Intervensi Dan Sensitif Desa Lokus.

Jepara - Babinsa Koramil 12/Donorojo, Serda Bambang hadiri acara Penguatan Pelaksanaan Intervensi Dan Sensitif Desa Lokus di Balai Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo, Rabu (26/02/2020).

Babinsa Desa Blingoh Hadiri Penguatan Pelaksanaan Intervensi Dan Sensitif Desa Lokus.
Babinsa Desa Blingoh Hadiri Penguatan Pelaksanaan Intervensi Dan Sensitif Desa Lokus.

Acara yang diselenggarakan oleh Puskesmas Donorojo ini membahas tentang permasalahan stunting anak yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam kurun waktu yang lama. 

Stunting terjadi karena asupan makanan kedalam tubuh tidak sesuai kebutuhan gizi yang diperlukan, dan itu terjadi dari mulai di dalam kandungan serta baru terlihat setelah usia 2 tahun. 

Selain pertumbuhan tubuh terhambat, stunting juga dapat mempengaruhi perkembangan otak, mempengaruhi produktivitas, daya serap dan kreativitas di usia produktif anak.

Dalam sambutannya UPTD Puskesmas dr Manaf menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). 

“Bahkan, stunting dan malnutrisi diperkirakan berkontribusi pada berkurangnya 2-3% Produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahunnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, kehidupan anak sejak dalam kandungan ibu hingga berusia dua tahun (1.000 HPK) merupakan masa-masa kritis dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal.

“Faktor lingkungan yang baik, terutama di awal-awal kehidupan anak, dapat memaksimalkan potensi genetik (keturunan) yang dimiliki anak sehingga anak dapat mencapai tinggi badan optimalnya,” imbuhnya.

Sementara, Babinsa Serda Bambang mengatakan rapat tersebut dijelaskan upaya penurunan stunting dapat dilakukan melalui dua intervensi, yaitu intervensi gizi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung dan intervensi gizi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung. 

Penurunan stunting memerlukan pendekatan yang menyeluruh, yang harus dimulai dari pemenuhan prasyarat pendukung. Dalam hal ini sebagai aparat ke wilayahan juga sudah melakukan upaya penurunan stunting dengan melaksanakan program bakti TNI yaitu dengan jambanisasi guna menjaga sanitasi lingkungan masyarakat desa Blingoh.

“Mari kita budayakan hidup bersih dan sehat serta melaksanakan perbaikan gizi dalam keluarga untuk mencegah stunting,” ujar Serda Bambang. (Pendim 0719/Jepara-mjp).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad