Daud Bunga Komisi A DPRD Mimika  Mengutuk Keras Pelanggaran HAM KKB atas Guru Guru di Beoga - MERDEKA JAYA POS

Breaking

MERDEKA JAYA POS

Berita Jepara Indonesia Terkini Hari Ini, Berita Harian Terkini Terpercaya daerah Jepara terlengkap terupdate seputar Jepara dan Indonesia- Merdeka Jaya Pos.

Post Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 11 April 2021

Daud Bunga Komisi A DPRD Mimika  Mengutuk Keras Pelanggaran HAM KKB atas Guru Guru di Beoga

Daud Bunga Sampaikan Simpati dan Rasa Dukanya Kepada Tim Himas Nemangkawi 

Daud Bunga Sampaikan Simpati dan Rasa Dukanya Kepada Tim Himas Nemangkawi

Merdekajayapos.com PAPUA- Sabtu siang (10/4/2021) Ditengah proses pemulasaraan jenazah Yonathan Renden, terlihay sosok anggota Komisi A DPRD Mimika, sekaligis tokoh orang Toraja di Papua, Daud Bunga. 


Pada lempayan tersebut Daud bunga menyampaikan simpati dan rasa dukanya kepada tim Himas Nemangkawi.


"Mereka guru terbaik, mereka dari masyarakat sipil tidak hubungannya dengan aparat TNI-POLRI. Tidak banyak orang yang mau bertahan hidup di pedalaman, hidup bersama keluarga bertahan disana di hutan." 


Atas peristiwa tersebut, Daud bunga mengecam tindakan pelanggaran HAM oleh KKB tersebut. "Saya mengutuk keras tindakan ini. Kami harap aparat keamanan bertindak menjaga diri dan juga menegakkan hukum yang belaku." 


Selaku tokoh Toraja, Daud bunga bertutur tentang kedua korban Bapa Guru. "Kedua korban dari Toraja, tidak banyak orang pendatang yang mau bertahan disitu. Mereka mendidik anak Papua dengan setulus hati, mendidik anak2 pedalaman Papua." 


Harapan untuk mendapat perlindungan dan suport kepada aparat TNI Polri juga disampaikan pada kesempatan tersebut.

"Sekali lagi, Kami orang Toraja percaya aparat, dan kami taat hukum. Kami mohon aparat menjaga masyarakat tanpa terkecuali, apalagi guru yg mendidik anak Papua, kami sangat sesalkan kejadian ini." 


Pada sore tersebut, Daud bunga berkutat dengan proses pemulasaraan jenazah, apakah dipulangkan ke Toraja atau dimakamkan di Papua. Sambil menunggu hasil musyawarah dengan masyarakat sekitar dan keluarga korban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad