Komando Pasukan Katak Unjuk Kebolehan Latihan Operasi Kontra Teror Maritim Disaksikan Wakasal

Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono saat menyaksikan Kopaska unjuk kemampuan

Merdekajayapos.com | SURABAYA - Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Hari Purwono, S.E., M.M., didampingi Komandan Pusat Komando Pasukan Katak (Puskopaska) meninjau langsung Latihan Opersi Kontra Teror Maritim (OKTM) TA. 2021 di dermaga Madura Ujung Surabaya, Senin (08/11/2021).

Latihan OKTM melibatkan 290 personil prajurit Puskopaska, Satkopaska Koarmada I, II, III dan Unsur pendukung Koarmada II dengan alutsista 1 unsur KRI, 1 unsur cassa, 1 unsur helly bell, 3 unit Sea reader, 7 unit perahu karet dan 3 unit rantis. 

Di awali dengan aksi berupa teror dilaksanakan dengan melakukan pembajakan KM. Alor yang sedang melaksanakan Linla dari Belawan menuju Surabaya, setelah mereka berhasil membajak para pembajak kemudian mengarahkan kapal tersebut menuju perairan alur APBS dengan tujuan kapal tersebut nantinya akan diledakkan dan di tenggelamkan ditengah alur sehingga menimbulkan chaos pengguna alur APBS.

Komandan Puskopaska Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N.S selaku Direktur latihan mengatakan,  “Kegiatan ini merupakan bentuk serangkaian sekenario latihan yang dilaksanakan oleh Puskopaska untuk menguji kesiapsiagaan Satuan Komando Pasukan Katak dalam melaksanakan Operasi Kontra Terorisme Maritim guna menghadapi berbagai ancaman teror yang setiap saat dapat terjadi”. 

Kebolehan komando pasukan katak TNI AL

Laksma Bramantyo juga menegaskan bahwa dalam menghadapi terorisme di laut  kemampuan prajurit Kopaska senantiasa terasah dan siap melaksanakan operasi khusus dengan berbagai bentuk medan yang dihadapi.

Dalam latihan diawali dengan proses mediasi yang gagal dan setelah mendapat persetujuan dari  Panglima Koarmada II, Dansatgas mulai menggerakkan unsur penindak yaitu Tim Alfa yang bergerak secara cepat melalui permukaan laut dengan menggunakan sea reader. Tim ini melaksanakan operasi VBSS atau Visit Board Search And Seizure dengan tehnik ship boarding menggunakan Ascender dan cobra ladder. Setelah di atas kapal sasaran, mereka bergerak dengan Teknik ship movement menuju instalasi kunci di kapal yaitu anjungan dan kamar mesin melumpuhkan para teroris. Untuk menambah kekuatan Tim Alfa, Dansatgas memerintahkan Tim Bravo membantu dengan didroping melalui udara menggunakan pesawat cassa melaksanakan terjun free fall.

Setelah kapal berhasil dikuasai mereka melaksanakan Teknik Seach and Clearing untuk memastikan kapal tersebut benar-benar aman. Sementara yang lain tetap menguasai kapal dan sebagian melaksanakan puldata terhadap teroris yang masih hidup. Dari hasil Search and Clearing didapat adanya IED (Improve Explosive Device), mempertimbangkan hal tersebut Dansatgas kemudian mengirimkan Tim Charlie untuk melakukan evakuasi bahan peledak atau IED dan mendisposalnya di laut. Tim Charli yang dibekali dengan peralatan EOD akan di drop melalui udara dengan menggunakan Teknik fast rope. Bersamaan dengan itu Dansatgas menggerakkan Tim Delta untuk melaksanakan operasi Urban Warfare atau perang kota. Kemampuan perang kota adalah salah satu kemampuan basic yang mengkombinasikan beberapa Teknik dalam sebuah taktik. Sementara itu IED yang berhasil dievakuasai dari KM. Alor kemudian di disposal dilaut, untuk menghindari collateral damage ataupun total lose yang bisa berakibat fatal. 

Setelah kapal dikuasai maka tim Kopaska bergerak membawa KM. Alor menuju pelabuhan terdekat untuk disandarkan dan diserahkan untuk diserahkan kepad stake horder Koarmada II.

“Dengan dilaksanakannya latihan Operasi Kontra Teror Maritim Komandan Puskopaska berharap para prajuritnya akan semakin mantap dalam mengaplikasikan kemampuan, ketrampilan dan kemahiran dalam menghadapi berbagai ancaman aksi-aksi terorisme ditanah air terutama di laut” pungkasnya. 

Dalam kegiatan latihan simulasi Kontra Teror Maritim ini di saksikan langsung oleh Pangkoarmada II, Asops Kasal, Waasrena, Waaslog, Kadismatal, Kadiswatpersal, Kadissenlekal, Kadisopslatal. (Edi Sulton).

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url