Majelis Hukum Ham PDA Jepara Ikuti Pendidikan Paralegal Dan Siap Buka Posbakum

Merdekajayapos.com JEPARA.  Pimpinan wilayah Aisyiyah ( PWA) Jawa tengah dalam hal ini majelis hukum dan HAM ( MHH) bekerjasama dengan kantor wilayah kementerian hukum dan HAM ( kanwil kemenkumham) Jawa tengah mengadakan pendidikan paralegal di kampus UMS ( universitas Muhammadiyah Surakarta) Jumat - Ahad 26 - 28/ 11/ 2021 M/ 20- 22 Rabiulakhir 1443 H.

Sri Utami dan Eni Indarti saat mengikuti pendidikan paralegal   yang diselenggarakan oleh PWA Jateng bekerjasama dengan Kanwil kemenkumham Jateng

Untuk itu pimpinan daerah Aisyiyah (PDA) Jepara menunjuk ketua majelis hukum dan HAM ( MHH) PDA Jepara Dra. Sri Utami, MM dan Eni Indarti, S.Kom, MM untuk mengikuti kegiatan ini. Pendidikan paralegal pendampingan perempuan, anak dan difabel korban kekerasan dengan tujuan Agar semua kabupaten/ kota membentuk posbakum ( pos bantuan hukum) yang akan mendampingi kasus-kasus kekerasan yang menimpa anak, perempuan dan difabel.

" Ada 11 materi yang kami terima dari  kegiatan penyuluhan paralegal kemarin, antara lain : kekerasan berbasis gender, teknik bantuan hukum non litigasi, teknik bantuan hukum perdata, implementasi bantuan hukum perempuan korban kekerasan, pemulihan psikologi mental dan spiritual, instrumen HAM , teknik pelaporan pidana, keparalegaan, dasar- dasar layanan hukum untuk perlindungan anak dan perempuan dan difabel, diskusi kelompok , gugatan perdata dan praktik dan role play pendampingan hukum non ligitasi ", Ujar ketua MHH PDA Jepara Sri Utami.

Peserta pendidikan paralegal   berfoto seusai  acara

Wanita yang tinggal di Kauman Jepara ini juga menjelaskan  seusai penyuluhan MHH PDA Jepara berencana mengadakan pertemuan ke pengadilan agama Jepara untuk bersilaturahmi dan memperkenalkan diri bahwa MHH sudah dilatih sebagai paralegal dengan menunjukkan sertifikat dan dengan tindaklanjut pembentukan Posbakum di Jepara bersama lintas majelis PDA, NA ( Nasyi'atul Aisyiyah) dan PDPM ( pimpinan daerah Pemuda Muhammadiyah) Jepara untuk siap berkiprah mendampingi korban kekerasan sebagai sarana dakwah/ tindakan Aisyiyah dalam meringankan beban para korban kekerasan terhadap perempuan anak dan difabel.

" Tanggapan saya mengenai kegiatan ini hal ini adalah sangat bermanfaat dan dengan semangat berjuang di Aisyiyah dalam menolong mendampingi korban kekerasan yg menimpa prempuan, anak dan difabel",  pungkas dosen universitas Veteran. (@ries).

Berita Selanjutnya Berita Sebelumnya
Belum Ada Komentar
Tambah Komentar
comment url