Anggota DPRD Jawa Timur Kecam Pelecehan Terhadap Atlet Kickboxing

 

DPRD Jatim Kecam Pelecehan  Atlet Kickboxing
Anggota DPRD Jawa Timur Suli Daim ( berpeci) mengecam pelecehan terhadap atlet kickboxing

SURABAYA – Komisi E DPRD Jawa Timur mengecam keras dugaan pelecehan atlet kickboxing yang diduga dilakukan oleh seorang pelatih terhadap atlet Kickboxing Jawa Timur. Kasus pelecehan atlet kickboxing tersebut saat ini tengah ditangani oleh aparat penegak hukum.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Suli Da’im, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan pelecehan atlet kickboxing yang mencoreng dunia olahraga. Menurutnya, segala bentuk kekerasan maupun pelecehan terhadap atlet tidak dapat dibenarkan.

Ia menegaskan bahwa tindakan pelecehan atlet kickboxing tidak hanya merugikan korban, tetapi juga mencederai nilai sportivitas, kemanusiaan, serta martabat dunia olahraga.

DPRD Jawa Timur Dukung Proses Hukum

Lebih lanjut, DPRD Jawa Timur menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum yang sedang dilakukan oleh aparat kepolisian terkait dugaan pelecehan atlet kickboxing tersebut.

Suli Da’im menilai penanganan perkara harus dilakukan secara transparan, profesional, serta memberikan rasa keadilan bagi korban. Oleh karena itu, pihaknya meminta aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara serius.

“Oleh karena itu, kami meminta korban mendapatkan perlindungan maksimal, termasuk pendampingan psikologis, bantuan hukum, serta jaminan keberlanjutan karier atlet agar tidak mengalami tekanan maupun intimidasi,” ujar Suli Da’im, Selasa (10/3/2026).

DPRD Minta Evaluasi Sistem Pembinaan Atlet

Selain itu, DPRD Jawa Timur meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur, serta Pengurus Provinsi Kickboxing Indonesia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan atlet.

Evaluasi tersebut mencakup pengawasan terhadap pelatih serta penguatan mekanisme perlindungan atlet. Langkah ini dinilai penting agar kasus pelecehan atlet kickboxing tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Menurut Suli Da’im, dunia olahraga harus memiliki sistem perlindungan yang jelas bagi para atlet. Karena itu, penerapan kode etik yang ketat bagi pelatih dan official olahraga perlu diperkuat.

Selain itu, perlu dibangun sistem pengaduan yang aman dan terpercaya bagi atlet apabila terjadi pelanggaran dalam proses pembinaan.

Komisi E DPRD Jatim Lakukan Pengawasan

Komisi E DPRD Jawa Timur juga akan menjalankan fungsi pengawasan dengan memanggil pihak-pihak terkait guna memastikan penanganan kasus pelecehan atlet kickboxing berjalan secara serius dan transparan.

Langkah ini sekaligus bertujuan mencegah terulangnya kasus serupa dalam dunia olahraga di Jawa Timur.

Suli Da’im menegaskan bahwa olahraga harus menjadi ruang yang aman, sehat, dan bermartabat bagi para atlet untuk berprestasi. Setiap bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam dunia olahraga tidak dapat ditoleransi.

Kasus pelecehan atlet kickboxing ini diharapkan menjadi perhatian serius seluruh pihak agar lingkungan olahraga tetap aman bagi para atlet di masa mendatang.


kontributor: Edi sulton

Editor:@ries


Berita Selanjutnya Berita Sebelumnya
No Comment
Add Comment
comment url