Persatin Ranger dan Yonif 900/SBW Bahas Bali Sustainability Project II 2026
![]() |
| Persatin Ranger dan Yonif 900/SBW membahas Bali Sustainability Project II guna memperkuat konservasi lingkungan dan ketahanan nasional di Bali |
DENPASAR – Persatin Ranger bersama Batalyon Infanteri 900/SBW menggelar pertemuan strategis untuk mempersiapkan pelaksanaan Bali Sustainability Project II yang mengusung tema “Penguatan Konservasi sebagai Pilar Ketahanan Nasional di Era Modern.”
Pertemuan tersebut berlangsung di Denpasar, Bali, pada 6 Maret 2026. Dalam kesempatan ini, Persatin Ranger diwakili Chief Patron Persatin Wanda Syahputra serta Chief Ranger Officer Henny Paula Sitohang. Sementara itu, Batalyon Infanteri 900/SBW diwakili langsung oleh Komandan Batalyon Letkol Inf Ari Murwanto.
Pertemuan ini berlangsung dalam suasana konstruktif dan penuh semangat kolaborasi. Tujuannya adalah memperkuat sinergi antara unsur pertahanan negara, lembaga konservasi, komunitas lingkungan, serta masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan satwa liar di Bali.
Yonif 900/SBW Dukung Penuh Bali Sustainability Project II
Dalam pertemuan tersebut, Komandan Yonif 900/SBW menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Bali Sustainability Project II.
Rencananya, kegiatan ini akan digelar di Markas Kompi A Yonif 900/SBW. Pelaksanaannya dilakukan secara kolaboratif antara Persatin Ranger, Yonif 900/SBW, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta sinergi lintas sektor dalam memperkuat konservasi lingkungan sebagai bagian dari strategi ketahanan nasional.
Momentum Hari Strategi Konservasi Sedunia
Bali Sustainability Project II akan di laksanakan pada momentum strategis, yaitu:
- Peringatan Hari Strategi Konservasi Sedunia
- Rangkaian kegiatan menuju HUT Batalyon Infanteri 900/SBW
Momentum ini di harapkan dapat memperkuat pesan bahwa konservasi lingkungan bukan hanya isu ekologis, tetapi juga bagian penting dari ketahanan nasional.
Jadwal dan Lokasi Kegiatan
Adapun pelaksanaan kegiatan Bali Sustainability Project II dijadwalkan sebagai berikut:
Hari/Tanggal: Sabtu, 14 Maret 2026
Waktu: 07.00 WITA – selesai
Lokasi: Markas Kompi A Yonif 900/SBW
Kegiatan ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pertahanan, konservasi, akademisi, komunitas, hingga masyarakat.
Rangkaian Kegiatan Bali Sustainability Project II
Sejumlah kegiatan menarik akan dilaksanakan dalam Bali Sustainability Project II, antara lain:
- Seminar Strategis Konservasi dan Ketahanan Nasional
- Edu-Expo Konservasi dan Ketahanan Lingkungan
- Demonstrasi Unit K9
- Gerakan Penanaman Pohon
- Pelatihan pembibitan tanaman berbasis limbah organik
- Edukasi konservasi bersama anak-anak disabilitas
- Deklarasi Ketahanan Konservasi bersama stakeholder
Berbagai kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Penguatan Peran Unit K9 dalam Konservasi
Selain membahas kegiatan utama, pertemuan tersebut juga menyoroti pengembangan peran strategis Unit K9 Yonif 900/SBW.
Unit K9 diharapkan tidak hanya berperan dalam pengamanan militer, tetapi juga mendukung berbagai tugas konservasi. Misalnya, dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) serta pelacakan khusus terhadap aktivitas perburuan liar dan perdagangan satwa ilegal.
Dengan kemampuan tersebut, Unit K9 dapat membantu menjaga kawasan konservasi dan taman nasional.
Sinergi TNI dan Lembaga Konservasi
Pertemuan ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, BKSDA, komunitas konservasi, serta instansi terkait dalam memperkuat pengawasan kawasan konservasi di Bali.
Optimalisasi kemampuan Unit K9 dalam operasi konservasi diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara sektor pertahanan dan perlindungan lingkungan.
Melalui sinergi ini, upaya menjaga keanekaragaman hayati, keamanan ekosistem, serta stabilitas lingkungan hidup di Bali dapat semakin diperkuat.
Komitmen Program Konservasi Berkelanjutan
Persatin Ranger dan Yonif 900/SBW sepakat bahwa Bali Sustainability Project II tidak hanya menjadi kegiatan seremonial.
Sebaliknya, program ini diharapkan berkembang menjadi agenda tahunan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya konservasi lingkungan.
Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi model kolaborasi nasional antara sektor pertahanan, konservasi, akademisi, komunitas, dan masyarakat. (**)

