Malam Tirakatan HUT RI ke-81 di Bantrung, Agus Sutisna Ulas Sejarah Jepara
![]() |
| Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna menghadiri Malam Tirakatan HUT RI ke-81 sekaligus tasyakuran pembangunan jalan di Desa Bantrung, Kecamatan Batealit |
JEPARA – Malam tirakatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di RT 13 RW 04 Desa Bantrung, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, berlangsung khidmat pada Sabtu (16/8/2026) malam. Kegiatan yang dirangkaikan dengan tasyakuran pembangunan jalan tersebut dihadiri Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna, Petinggi Desa Bantrung Nur Sholeh, perangkat desa, pengurus RT/RW, serta warga setempat.
Agus Sutisna membaur langsung bersama masyarakat dalam suasana sederhana dengan menikmati hidangan yang disajikan beralaskan daun. Kebersamaan tersebut menjadi bagian dari suasana syukur sekaligus memperkuat semangat gotong royong warga.
Agus Sutisna Ulas Sejarah Jepara di Malam Tirakatan
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna mengingatkan masyarakat bahwa Jepara memiliki perjalanan sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia.
Ketua DPRD Jepara menyampaikan sejumlah jejak sejarah Jepara, mulai dari Ratu Shima, Ratu Kalinyamat, hingga perjalanan perjuangan emansipasi perempuan.
Pada abad ke-7, Ratu Shima memimpin Kerajaan Kalingga di wilayah Keling. Kepemimpinannya dikenal hingga Jazirah Arab dan daratan China.
Kemudian pada abad ke-14, terdapat sosok Ratu Kalinyamat yang dikenal sebagai pemimpin yang disegani bangsa Portugis, termasuk dalam pengaruhnya di kawasan Malaka.
Sementara pada abad ke-20, perjalanan sejarah Jepara juga berkaitan dengan lahirnya gerakan yang menginisiasi gagasan kesetaraan gender sebagai bagian penting dari perjalanan perjuangan bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna sebagai pengingat bahwa generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan nilai perjuangan para pendahulu melalui pembangunan dan kemajuan daerah.
Tirakatan HUT RI Jadi Momentum Memaknai Kemerdekaan
Menurut Agus kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati melalui kegiatan seremonial. Semangat kemerdekaan perlu diteruskan melalui kebersamaan, pembangunan, serta dukungan terhadap langkah pemerintah dalam mewujudkan cita-cita bangsa.
Karena itu, malam tirakatan di tingkat desa juga memiliki makna penting. Warga dapat berkumpul, berdoa, dan menguatkan kembali hubungan sosial dalam suasana penuh kebersamaan.
Momen sederhana seperti makan bersama beralaskan daun menjadi gambaran bahwa semangat persatuan dan gotong royong dapat tumbuh dari lingkungan masyarakat paling dekat.
Tirakatan Sekaligus Tasyakuran Pembangunan Jalan Bantrung
Selain memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan di Desa Bantrung tersebut juga dirangkaikan dengan tasyakuran pembangunan jalan di lingkungan warga.
Pembangunan jalan diharapkan dapat menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat sekaligus meningkatkan mobilitas dan akses warga.
Tasyakuran tersebut menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas pembangunan yang telah dilakukan sekaligus momentum untuk mempererat hubungan antara warga, pemerintah desa, dan para pemangku kepentingan.
Kebersamaan itu terlihat dari rangkaian kegiatan yang diisi dengan doa bersama dan makan bersama dalam suasana sederhana.
Pesan Kebangsaan dari Desa Bantrung
Agus Sutisna menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus terus dirawat dari lingkungan masyarakat, termasuk melalui kebersamaan dan kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Sejarah Jepara yang panjang, menurutnya, dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi sekarang untuk terus menjaga persatuan dan meneruskan perjuangan melalui pembangunan.
Malam tirakatan tersebut kemudiavn diakhiri dengan doa bersama untuk kemajuan Indonesia, kesejahteraan masyarakat Jepara, serta kelestarian semangat persatuan dan gotong royong dari tingkat desa.
