PPP Jepara Latih 330 Santri lewat Pendidikan Politik dan Pelatihan AI
![]() |
| Kegiatan Back to Pesantren yang diselenggarakan DPC PPP Jepara di SMK Fadlun Nafis, Bangsri, dalam rangka Hari Santri Nasional, (25 Oktober 2026) |
JEPARA – Sebanyak 330 santri dan santriwati mengikuti pendidikan politik dan pelatihan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang digelar DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jepara. Kegiatan bertajuk Back to Pesantren tersebut berlangsung di SMK Fadlun Nafis, Bangsri, Jepara, Minggu (25/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.
Program yang dikemas melalui safari politik itu memadukan pendidikan politik, sosialisasi pencegahan perundungan atau bullying, serta pengenalan teknologi AI bagi kalangan santri.
Ketua DPC PPP Jepara Haizul Ma’arif hadir bersama Sekretaris DPC PPP Agus Sutisna, Bendahara DPC PPP Lusiana Afrianti, jajaran Pengurus Harian, serta perwakilan Majelis Pertimbangan PPP, K. A. Marzuqi. Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Kesbangpol Kabupaten Jepara melalui sekretaris badan dan unsur Polsek melalui Bhabinkamtibmas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Ketua DPC PPP Jepara dan pengarahan Majelis Pertimbangan PPP. Selanjutnya, peserta menerima materi pendidikan politik dari Kesbangpol, sosialisasi pencegahan perundungan dari unsur kepolisian, serta pelatihan AI yang dipandu Candra Winata, seorang coach yang menurut penyelenggara memiliki sertifikasi Microsoft dan Grok.
PPP Jepara Perkenalkan Pendidikan Politik kepada Santri Pesantren
Ketua DPC PPP Jepara Haizul Ma’arif mengatakan, program Back to Pesantren menjadi bagian dari upaya partai mempererat hubungan dengan lingkungan pesantren sekaligus memperluas wawasan generasi muda mengenai kehidupan politik.
“Dalam rangka memperingati Hari Santri 2026, kami melakukan safari ke pesantren untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membangun kedekatan dengan kalangan santri, termasuk para pemilih pemula. Kami ingin mereka memahami bahwa politik merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat yang perlu disikapi dengan pengetahuan dan tanggung jawab,” ujar Haizul.
Menurut Ketua PPP Jepara Haizul, santri memiliki posisi penting dalam perjalanan bangsa. Karena itu, lingkungan pesantren perlu terus terhubung dengan perkembangan sosial, kebangsaan, dan teknologi agar generasi muda memiliki bekal yang memadai ketika terjun ke kehidupan bermasyarakat.
Sekretaris DPC PPP Jepara Agus Sutisna menjelaskan, Back to Pesantren merupakan salah satu program kerja partai untuk menjaga hubungan dengan lingkungan pesantren yang menjadi bagian dari sejarah perjalanan PPP.
“Ini merupakan salah satu rangkaian program kerja DPC PPP Jepara. Sesuai dengan arahan pimpinan pusat, kami tidak boleh terlepas dari pondok pesantren yang menjadi bagian dari asal-usul dan cikal bakal perjalanan PPP. Hubungan tersebut harus terus dirawat melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata,” kata Agus.
Ia menambahkan, kegiatan PPP Jepara ini tidak hanya membahas pendidikan politik, tetapi juga memperkenalkan perkembangan teknologi AI yang semakin relevan bagi generasi muda.
“Santri hari ini perlu memiliki bekal yang beragam. Selain pendidikan agama dan pemahaman politik, mereka juga perlu mengenal perkembangan teknologi, termasuk AI. Harapannya, pengetahuan ini dapat dimanfaatkan secara positif untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan masa depan,” ujarnya.
Pelatihan AI dan Pencegahan Perundungan untuk Santri
Pelatihan AI menjadi salah satu agenda dalam program Back to Pesantren yang diselenggarakan DPC PPP Jepara. Melalui materi tersebut, para peserta diperkenalkan pada perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang semakin berkaitan dengan aktivitas belajar dan pekerjaan.
Selain pelatihan AI, peserta juga menerima materi pencegahan perundungan. Materi ini mengangkat pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang aman, saling menghormati, dan bebas dari kekerasan.
Sementara itu, pendidikan politik dari Kesbangpol memberikan ruang bagi para santri untuk mengenal kehidupan demokrasi dan peran warga negara dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan Back to Pesantren dalam rangka Hari Santri Nasional 2026, DPC PPP Jepara menggabungkan pendidikan politik, penguatan hubungan dengan pesantren, dan pengenalan teknologi dalam satu rangkaian kegiatan. Program tersebut menjadi bagian dari agenda kerja partai yang menyasar lingkungan pesantren di Kabupaten Jepara.
(@ries)
