Tak Tergantikan AI, Dubes Rumania Puji Keahlian Seni Ukir Kayu Jepara

Duta Besar Rumania Dan Adrian Balanescu didampingi perajin wanita saat mencoba memahat kerajinan kayu di Jepara Octofest 2026

JEPARA - Seni ukir dan pahatan kayu khas Jepara terus membuktikan eksistensinya di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Karya yang lahir dari ketelitian, kreativitas, dan keterampilan tangan para perajin lokal dinilai memiliki nilai seni serta karakter unik yang tak mudah digantikan oleh mesin.

Keunggulan ukiran Jepara tidak hanya terletak pada keindahan motif dan kerumitan detailnya, tetapi juga pada proses kreatif yang melibatkan emosi, pengalaman, serta interpretasi seni dari seorang perajin. Setiap goresan pahat membawa karakter tersendiri yang memperkuat identitas produk industri seni kayu Jepara di mata dunia.

Meski AI dapat membantu visualisasi dan pengembangan pola desain, proses pemahatan kayu tetap membutuhkan keterampilan manual, ketepatan gerak, pemahaman karakter bahan, serta kepekaan artistik yang diasah bertahun-tahun.

Keahlian alami ini mengundang decak kagum Duta Besar (Dubes) Rumania untuk Indonesia, Dan Adrian Balanescu, saat mengunjungi ajang Jepara Octofest 2026 di Sentra Patung dan Relief Mulyoharjo, Rabu (4/11/2026). Kunjungan yang diikuti delegasi 14 Dubes dari berbagai negara sahabat ini diharapkan mampu menggairahkan kembali industri mebel, ukir, dan kerajinan kayu lokal.

Dalam kunjungannya, Dan Adrian Balanescu menyampaikan ketertarikannya pada detail ukiran Jepara. Menurutnya, produk ukir asal Jepara cukup populer dan banyak dimanfaatkan masyarakat Rumania untuk dekorasi interior rumah maupun taman.

"Keunggulan utama Jepara yang dapat menembus pasar global adalah kriya kayu (wooden craft) dari pahatan tangan," ujar Dan Adrian Balanescu melalui juru bicaranya.

Ia menegaskan bahwa mahakarya kayu Jepara menunjukkan keterampilan luar biasa yang tidak dapat digantikan oleh teknologi pintar. Apalagi, industri ini menjadi tumpuan hidup dan mata pencaharian utama masyarakat setempat dalam menopang perekonomian daerah.

"Ukiran kayu Jepara sangat luar biasa dan memamerkan keterampilan khusus yang tidak dimiliki semua orang. Saya meyakini produk ukir khas Jepara ini memiliki daya saing kuat di pasar internasional," tambahnya.

Di sisi lain, kehadiran AI disepakati sebagai alat bantu untuk memicu ide-ide desain baru, bukan ancaman bagi keberadaan perajin. Karakter karya, nilai artistik, serta sentuhan personal perajin tetap menjadi kekuatan utama yang tak tergantikan.

Pemilik Mayasa Gallery Mulyoharjo, Ratih, menyambut positif kunjungan para diplomat asing tersebut. Ia optimistis Jepara Octofest 2026 menjadi sarana efektif untuk memperluas jaringan pemasaran internasional.

"Kami warga Mulyoharjo sangat bersyukur dan menyambut baik gelaran Octofest 2026 ini. Kami berharap acara ini dapat menjadi jembatan utama untuk membawa produk ukir dan mebel lokal ke panggung internasional," tutur Ratih.

Berita Selanjutnya Berita Sebelumnya
No Comment
Add Comment
comment url