Puluhan Apoteker Prodi PSPA UMKU Jalani Sumpah Profesi

Pengambilan sumpah profesi di ruang serbaguna UMKU jalan Ganesha Purwosari Kudus

KUDUS – Sebanyak 17 Mahasiswa Prodi PSPA Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) angkat sumpah profesi. Kegiatan pengambilan sumpah profesi ini berlangsung secara luring di ruang Serbaguna UMKU Jalan Ganesha Purwosari Kudus.Selasa 9/4/2023 M, 19 Syawal 1444 H.

Kegiatan pengambilan sumpah profesi Prodi PSPA UMKU Kudus dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Farmasi UMKU Dr. Apt. Endang Setyowati, M.Si.
Rektor UMKU Dr. Rusnoto, SKM., M.Kes (Epid) dalam sambutannya menekankan pentingnya lulusan apoteker miliki sikap integritas dan berdaya saing unggul.

“Tantangan profesi apoteker saat ini semakin kompleks. Apoteker tidak hanya dituntut untuk memberikan pelayanan kefarmasian secara komprehensif saja, namun juga harus mampu menjadi seorang pemimpin dalam dunia kerja bidang farmasi, maka, jadilah apoteker yang unggul dan berintegritas. Dalam bidang pelayanan, apoteker harus bisa menjadi mitra dokter yang baik. Bisa menerangkan fungsi obat, cara pemakaian obat, efek samping obat, serta membantu menjaga pe-resep-an yang rasional”.

Hadir dalam acara sumpah apoteker Sekjend PP IAI, apt. Lilik Yusuf Indrajaya, S.Si., S.E., MBA. Ia menaruh harapan agar apoteker yang baru saja angkat sumpah dapat bekerja professional bahkan berdiaspora ke daerah-daeraah yang membutuhkan.

“Apoteker baru lulusan UMKU nantinya dapat berpraktik secara profesional dan bila perlu untuk bisa kembali ke daerah asal masing-masing serta bersedia untuk mengabdi di berbagai pelosok negeri” ucapnya.

Senada dengan Sekjen IAI, Dr. apt. Priyatno, M.Biomed selaku Ketua Konsil Kefarmasian juga menekankan komitmen layanan kefarmasian secara profesional. Menurutnya hakikat makna sumpah yang baru saja dilafalkan oleh lulusan apoteker baru UMKU ialah para apoteker harus mau untuk bersungguh-sunguh dalam melayani pekerjaan kefarmasian.

” Selain itu, juga ia merinci pilar profesional dan item reformasi.

“Rekan-rekan sejawat apoteker baru ini lahir di kala telah terjadi berbagai reformasi terutama di dunia kesehatan setelah era covid-19, maka sebaiknya rekan-rekan apoteker harus mampu memahami 6 pilar transformasi di bidang kesehatan, antara lain Transformasi Layanan Primer, Transformasi Layanan Rujukan, Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan, Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan, Transformasi SDM Kesehatan, dan Transformasi Teknologi Kesehatan” ungkapnya.

Edi sulton

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan