PATI Merdekajayapos.com – Pembentukan tim dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Pati, Pembentukan sekaligus mengukuhkan Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) demikian disampaikan bupati Pati haryanto dan dilaksankan di pendopo kabupaten, Bupati Pati Haryanto, Senin (6/6).
![]() |
Bupati Pati Haryanto kukuhkan tim percepatan penurunan stunting Kabupaten Pati |
Selain dihadiri Bupati Pati acara pengukuhan TPPS ini juga diikuti oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Sekda Pati Jumani, para kepala dan pimpinan OPD, serta Ketua beserta pengurus TPPS.
Bupati Pati Haryanto dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pada tahun 2019 lalu, Kabupaten Pati masuk tiga besar daerah yang angka stuntingnya tinggi. Saat itu, imbuhnya, presentase stunting di Pati sebesar 37 persen.
“Pada 2019, Pati cukup tinggi, yakni 37 persen. Kemudian kita melakukan penanganan, hingga menurun, sampai akhirnya terkandala dengan pendemi Covid-19 sehingga tidak tertangani maksimal,” ujar Haryanto.
Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, lanjut Bupati, Pati masuk urutan ke-17 daerah yang memiliki angka stunting tinggi. Presentase stunting di Pati sekitar 5,7 persen. Dan angka tersebut bisa semakin meningkat bila kasus stunting di Pati tidak dicegah.
“Sampai saat ini sudah 5,76 persen. Tahun 2019 sebanyak 37 persen. Dari tahun ke tahun ada perubahan yang cukup bagus. Jawa Tengah pada saat itu nomor 3, sekarang di urutan 17,” tambah Haryanto.
Namun Bupati Pati Haryanto pun menegaskan, meskipun ada penurunan kasus stunting, pihaknya tetap melakukan pencegahan agar stunting di Kabupaten Pati semakin rendah.
Sementara itu, Ketua TPPS, Muchtar, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendampingan ibu-ibu hamil dan pasca hamil untuk mencegah stunting.
“Ini mandat Perpres 72 tahun 2021. Dalam melaksanakan lima pilar stunting maka dibentuk TPPS,” ujarnya.
Ia pun berharap dengan adanya TPPS ini angka stunting di Kabupaten Pati semakin kecil. (@ries).