Breaking

MERDEKA JAYA POS

Berita Jepara Indonesia Terkini Hari Ini, Berita Harian Terkini Terpercaya daerah Jepara terlengkap terupdate seputar Jepara dan Indonesia- Merdeka Jaya Pos.

Post Top Ad

Jumat, 16 Oktober 2020

Polri Ungkap Isi Percakapan Whatsapp "KAMI Medan"

Polri Ungkap Isi Percakapan Whatsapp KAMI Meda Begini Isi Percakapannya 

Polri Ungkap Isi Percakapan Whatsapp "KAMI Medan"
Polri Ungkap Isi Percakapan Whatsapp "KAMI Medan"

JAKARTA- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ungkap dan beberkan percakapan Whatsapp grup Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan yang cukup mengerikan. 


Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, dalam percakapan itu terungkap ada skenario ingin membuat Indonesia rusuh seperti tahun 1998. 


Dalam hal ini, Polri menangkap empat tersangka dari "KAMI Medan" yakni KA, JG, NZ, WRB. Mereka dijerat pasal ujaran kebencian dalam UU ITE dan Pasal 160 KUHP.


“Dia [JG] menyampaikan 'batu kena satu orang, bom molotov bisa membakar 10 orang dan bensin bisa berjajaran,' dan sebagainya itu. Kemudian ada juga yang menyampaikan 'buat skenario seperti 1998. Penjarahan toko China dan rumah-rumahnya, kemudian preman diikutkan untuk menjarah papar Argo kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (15/10). 


Semua percakapan itu, sambung Argo, telah diamankan dan dijadikan barang bukti. Adapun salah satu tersangka yakni Khairil Amri (KA) merupakan admin dari Whatsapp group "KAMI Medan".


BACA JUGA: 


Tidak hanya bukti percakapan provokasi, Polri juga turut mengamankan bom molotov dan pylox. Bom molotov, kata Argo digunakan untuk dilemparkan ke fasilitas hingga terbakar, pylox untuk membuat tulisan.


Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjerat empat tersangka itu dengan Pasal 28 ayat (2) UU ITE tentang menimbulkan kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.


Selain itu Pasal 45 ayat (3) UU ITE tentang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan akses informasi elektronik atau dokumen elektronik yang memuat penghinaan atau pencemaran nama baik.


Keempatnya juga dijerat Pasal 160 KUHP tentang menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum dengan ancaman enam tahun penjara.


Semua masih proses penyelidikan dan dikembangkan lebih lanjut (Saibumi-Mjp)


Prers Relis Bareskrim Polri




BACA JUGA: 






Sumber: Humas Polda Jateng


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gunakan Kata Sopan, No SARA, Terimakasih.

Post Top Ad