Menyebarkan Konten Asusila Seorang Warga Kajoran Magelang ditetapkan Polisi Sebagai Tersangka - MERDEKA JAYA POS

Breaking

MERDEKA JAYA POS

Berita Jepara Indonesia Terkini Hari Ini, Berita Harian Terkini Terpercaya daerah Jepara terlengkap terupdate seputar Jepara dan Indonesia- Merdeka Jaya Pos.

Post Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 15 Desember 2020

Menyebarkan Konten Asusila Seorang Warga Kajoran Magelang ditetapkan Polisi Sebagai Tersangka

Polres Magelang Berhasil Ungkap Kasus Penyebaran Konten Asusila, dan tetapkan 1 Orang Sebagai Tersangka

Menyebarkan Konten Asusila Seorang Warga Kajoran Magelang ditetapkan Polisi Sebagai Tersangka

MAGELANG- Ungkap kasus penyebaran konten asusila melalui media elektronik, Satreskrim Polres Magelang berhasil mengungkap kasus penyebaran konten yang bermuatan asusila melalui media elektronik. Seorang pemuda berinisila SAS (19) Warga Kajoran Kabupaten Magelang dan 2 orang (anak) berinisial AP (17) Warga Kajoran Kabupaten Magelang dan TA (16) Warga Kajoran Kabupaten Magelang ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka dilaporkan orang tua korban


Kapolres Magelang melalui Kasatreskrim Polres Magelang Akp Hadi Handoko, S.H., S.I.K. mengatakan pengungkapan kasus ini bermula adanya laporan SI orang tua dari korban berinisial EY.


"Kami mendapatkan laporan dari orang tua korban bahwa anaknya menjadi korban penyebaran foto asusila, ujar AKP.  Hadi Handoko di Polres Magelang, Senin(14/12/2020) Siang.


Setelah adanya laporan tersebut satreskrim Polres Magelang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti bukti dan memeriksa saksi-saksi terkait.


"Akhirnya kami berhasil mengungkap tiga (3) orang pelaku berinisial "SAS "alias Sobar(19), warga Kajoran Kab. Magelang", ungkap Akp Hadi Handoko.


Sementara dua (2) orang pelaku lainnya masih dibawah umur berinisial AP(17) laki- laki, dan TA(16), perempuan, keduanya warga Kajoran Kab. Magelang.


Akp Hadi Handoko menyampaikan, modus operandi tersangka awalnya tersangka AP meminjam Hand Phone(HP) milik pacar korban berinisial SL kemudian membuka HP tersebut. 


saat mengetahui ada foto korban yang terlihat anggota badanya (bermuatan asusila). selanjutnya tersangka AP mengirimkan foto tersebut ke HP miliknya.

tersangka AP lalu mengirim foto korban yg bermuatan Asusila ke HP korban EY.


Dikatakan Akp Hadi Handoko bahwa beberapa hari kemudian tersangka AP menjual HP miliknya kepada tersangka SAS .


Selanjutnya tersangka SAS mengirimkan kepada pelaku (Anak) berinisial TA yang merupakan teman tetangga desa.


Mendapat kiriman foto yang mengandung konten asusila atau pornografi ( foto korban) Anak (pelaku ) mengirimkan kepada korban EY. hingga akhirnya korban EY merasa malu kemudian menyampaikan kepada orang tuanya.


Saat pemeriksaan tersangka SAS menerangkan kepada penyidik bahwa motif melakukan perbuatanya ingin menanyakan kepada Anak berinisial TA apakah foto yang dikirimnya merupakan warga desa mereka, Senin(14/12/2020) Siang.


Untuk menguatkan keterangan para saksi yang sudah diperiksa penyidik telah melakukan penyitaan barang bukti. *"HP milik ketiga pelaku dan print out(cetakan) screnshoot dokumen elektronik berupa konten (foto) yang bermuatan asusila/pornografi kami sita untuk pembuktian",* tandas Akp Hadi Handoko.


Tersangka disangka melanggar pasal 45 ayat (1) Undang- Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara pidana.


Saat ini pelaku atas nama SAS kami lakukan penahanan, Kamis(9/12/2020) di Rumah Tahanan Polres Magelang. Sementara dua pelaku lain karena masih dibawah umur tidak ditahan dan tetap dalam proses penyidikan," tandasnya. (Red - Humas Polda Jateng).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad