Siswa Senerbal Pusdiksus Kodiklatal TNI AL Lattek Sea and Jungle Survival

Latihan bertahan hidup di hutan rimba siswa senerbang

Merdekajayapos.com SITUBONDO - Dalam upaya meningkatkan profesionalime bertahan hidup di laut dan di hutan, Sebanyak 62 siswa yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Penerbang TNI Angkatan laut (Senerbal) Pusat Pendidikan Khusus (Pusdiksus) Komando Pendidikan Operasi Laut (Kodikopsla) Kodiklatal melaksanakan Lattek Sea And Jungle Survival di Puslatpur Banongan Situbondo Jawa Timur , Senin 30/8/2021.

Dari 62 siswa Senerbal Pusdiksus tersebut terdiri 12 orang siswa Pendidikan Pembentukan Perwira (Diktukpa) Angkatan ke-51 korps Teknik Pesawat Udara, 20 siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI AL angkatan ke-40 Gelombang 2 Kejuruan Mesin Pesawat Udara (MPU) dan Listrik Pesawat Udara (LPU) dan 30 siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AL angkatan ke 40 Gelombang 1 kejuruan MPU dan LPU. 

Latihan bertahan di laut siswa senerbang

Adapun Lattek Sea And Jungle Survival yang diikuti siswa Senerbal Pusdiksus ini selain mengambil tempat di Puslatpur Banongan Situbondo juga akan melaksanakan kegiatan latihan di hutan Selogiri Banyuwangi dan dilepas langsung Komandan Pusdiksus Kodikopsla Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko M.Tr Opsla.   

Selesai pelepasan Danpusdiksus Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko M.Tr Opsla menyampaikan untuk problem Laut  dilaksanakan di pantai Banongan Situbondo sedangkan problem hutan akan dilaksanakan hutan selogiri Banyuwangi. Tujuan Lattek ini agar para prajurit siswa mampu serta percaya diri untuk tetap bertahan hidup di laut dan hutan dalam keadaan darurat.

Adapun materi survival yang dilatihkan kepada para siswa antara lain renang laut, penggunaan liferaft, menghindar dari pantauan musuh (dumb boat), air supply dan bermalam di laut. Sedangkan untuk jungle survival yaitu IMMP, limed, kompas rawa, botani, menangkap ular, membuat jebakan hewan, air supply, harbouring, penyergapan dan pelolosan.

Menurutnya Lattek Sea And Jungle Survival ini merupakan penjabaran dari teori yang sudah diterima di kelas kemudian diaplikasikan dalam bentuk latihan praktek dilapangan. Kepada para Siswa, pelatih dan intruktur  Danpusdiksus berharap agar mengutamakan  Zero Accident baik personel maupun material dengan berpegang teguh pada prosedur pelaksanaan dalam latihan serta menjadikan Latihan ini sebagai bekal ilmuwan dan pengalaman di penugasan nantinya.


Kontributor : Edi sulton

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
Comment url