Bupati Jepara Hadiri Halalbihalal Muhammadiyah dan NU Jepara Perkuat Persatuan Umat
![]() |
| Bupati Jepara Witiarso Utomo saat memberikan sambutan halalbihalal Muhammadiyah dan NU JeparaGedung Wanita Jepara, Selasa, (7 April 2026) |
JEPARA – Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, menghadiri kegiatan halalbihalal Muhammadiyah dan NU Jepara yang digelar di Gedung Wanita Jepara, Selasa (7 April 2026 M / 19 Syawal 1447 H). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat persatuan umat Islam di Kabupaten Jepara.
Selain itu, acara keagamaan ini dihadiri berbagai unsur pimpinan dan warga Muhammadiyah serta Nahdlatul Ulama (NU). Masyarakat Kabupaten Jepara juga turut hadir dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan
Turut hadir Bupati Jepara H. Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar. Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna, Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jepara, Sekretaris Daerah Jepara Ary Bachtiar, serta jajaran OPD terkait.
Perkuat Ukhuwah dan Silaturahmi
Ketua panitia yang juga Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara, KH. Fachrurrozi, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jepara atas dukungan dalam kegiatan ini.
Menurutnya, halalbihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi. Namun, kegiatan ini juga memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah, dan ukhuwah wathaniyah di tengah masyarakat.
Selain itu, ia mengapresiasi adanya program santunan anak yatim yang untuk pertama kalinya dihadirkan dalam kegiatan tersebut.
Peran Muhammadiyah dan NU di Jepara
Sementara itu, Ketua PDM Kabupaten Jepara menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai acara ini mampu menghadirkan masyarakat religius dalam suasana penuh kebersamaan.
Menurutnya, sinergi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama sangat penting dalam membangun Jepara yang damai, sejahtera, dan harmonis.
Oleh karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan persatuan umat.
Pesan Bupati Jepara
Dalam sambutannya, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo mengungkapkan rasa syukur dapat hadir di tengah masyarakat yang shalih dan shalihah.
Ia juga menyampaikan rencana pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali tradisi “ Megengan ”. Tradisi ini menjadi bagian dari penyambutan bulan Ramadan melalui berbagai kegiatan, seperti bazar dan pesta rakyat.
Selain itu, Bupati memohon doa agar dapat menjalankan amanah kepemimpinan dengan baik. Ia juga menegaskan pentingnya kepedulian terhadap anak yatim dan fakir miskin.
Di samping itu, ia mengingatkan agar pemimpin menjauhi sifat kikir dalam menjalankan tugas sebagai pejabat publik
Dorongan Persatuan dan Kepedulian Sosial
Lebih lanjut, Bupati Jepara menekankan empat hal penting dalam kepemimpinan. Hal tersebut meliputi dukungan doa ulama, amanah dalam menjalankan tugas, kepedulian sosial, serta menjauhi sifat kikir.
Dengan demikian, ia berharap masyarakat Jepara semakin solid dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah.
Tausiyah dan Harapan Tokoh NU
Di akhir acara, Rais Syuriah PCNU Jepara 2021–2026, KH. Khayatun Abdullah Hadziq, menyampaikan tausiyah. Ia berharap Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama di Jepara terus bersatu.
Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini telah berlangsung selama sembilan tahun. Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat persatuan umat.
“Jangan sampai ada kerenggangan antara warga Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, khususnya para pemimpinnya. Karena keduanya adalah kekuatan besar bagi Jepara agar tetap aman, damai, dan sejahtera,” ujarnya.
![]() |
| Ketua panitia halal BI halal Muhammadiyah & NU Jepara KH. Fachrurozi dan Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna saat memberikan santunan anak yatim piatu |
Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan santunan anak yatim piatu. Hal ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial kepada masyarakat.
Di sisi lain, acara berlangsung lancar dan aman. Pengamanan didukung oleh Kokam Pemuda Muhammadiyah Jepara dan Banser Ansor NU Jepara. (Red)

