Aisyiyah Jepara Beri Penyuluhan Sosialisasi Perlindungan Anak Di Bondo
![]() |
| Penyuluhan perlindungan anak di desa Bondo Bangsri Jepara |
Merdekajayapos.com JEPARA- Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Jepara hadiri pertemuan Qoriyah Thoyyiban di dukuh Tukrejo Bondo, Bangsri Jepara untuk berikan sosialisasi mengenai perlindungan anak Rabu 15 september 2021 M bertepatan 8 shafar 1443 H tempat di Musholla Nurul Huda pukul 14.00 WIB.
Hadir dalam acara ini Ketua PDA Jepara Hj Sugiarti, Ketua Majelis Hukum Dan HAM Hj Sri Utami beserta tim, Ketua QTA Jepara Endang Puji Rahayu beserta tim, Ketua PC Aisyiyah Bangsri sekaligus Majelis Ekonomi Dareah Hj Umi Kulsum beserta tim, dan hadir juga Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan penanggulangan Bencana (LLHPB) Kusnitah.
Dalam agenda kunjungan kali ini Majelis Hukum dan HAM/Hum HAM sebagai pengisi inti dalam pertemuan yaitu mengenai Perlindungan Anak oleh ibu hj Sri Utami.
![]() |
| Peserta penyuluhan qoriyah Thoyyiban PDA Jepara |
" Anak adalah seseorang yang berusia belum 18 tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan. Hak - hak anak adalah bagian dari HAM yang wajib dijamin , dilindungi dan dipenuhi orang tua, keluarga masyarakat dan negara. Kita sebagai orang tua harus tahu apa itu hak dan kewajiaban orang tua, anak juga mempunyai hak dan kewajiban atas perlindungan sesuai dengan UUPA no 23 tahun 2002 bahwa setiap anak berkewajiban menghornati orang tua,wali dan guru, mencintai keluarga masyarakat dan teman, mencintai tanah air, bangsa dan negara, menunaikan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya dan melaksanakan etika dan akhlaq yang mulia" terang Hj. Sri Utami.
Sri Utami menjelaskan hak anak diantaranya ada 31 yang dijamin setelah perubahan UUPA No 23 tahun 2002.
Sebelum acara selesai diberikan kesempatan untuk menyampaikan sedikit pesan dari ketua PDA Jepara Hj. Sugiarti.
" Saya berterima kasih kepada ketua QTA dan jajaran pengurus juga tim khusus yang sudah berjuang dakwah untuk pembinaan di desa Bondo ini, dan kepada semua paserta yang sudah berkenan hadir dan kerso dibina untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman kedepan, harapannya ketika besok ada pertemuan lagi supaya peserta membawa mukena untuk berjamaah sholat asyar " tegas bu Ugik panggilan akrabnya.
Kontributor: Edi Sulton
RedEditor: @ries

