Dinas Perikanan Bersama BBPBAP Adakan Pelatihan Olahan Ikan Di Ujungwatu Donorojo

Pelatihan olahan ikan di Ujungwatu Donorojo

Merdekajayapos.com | JEPARA - Dalam rangka mengayubagyo HUT  Kementerian  Kelautan dan Perikanan ke 22, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara bersinergi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Jepara, mengadakan pelatihan aneka olahan melalui program kuster Bandeng “Kartini”

Kegiatan pelatihan ini merupakan persiapan sebagai tindaklanjut penanganan pasca panen dari hasil budidaya Bandeng, pada peluncuran Kampung bandeng yang direncanakan dilaksanakan pada kamis 21/10/2021 mendatang.

Bertempat di rumah salah satu anggota kelompok pengolah dan pemasar (Poklahsar)  Barokah Sumisih Pinto di desa Ujungwatu RT 5 RW 3 Kecamatan Donorojo, Senin 18/7/2021, dilatih mengolah 3 resep olahan yaitu bandeng cabut duri, duri lunak presto dan bandeng asap duri lunak, didampingi instruktur dari poklahsar teratai, Kholifah.

Bahan baku ikan bandeng disediakan oleh BBPBAP sedangkan  Dinas Perikanan menyediakan fasilitas peralatan dan instruktur.

Ibu-ibu semangat ikut pelatihan

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jepara Wasiyanto, Kabid Usaha Peningkatan Mutu Hasil Perikanan (UPMHP) Deny Ana I’tikafia, Kasi Peningkatan Mutu dan Diversifikasi Produk (PMDP) Supriyanti, Penyuluh Perikanan M. Taufan.

Dalam arahannya, kepala dinas perikanan Wasiyanto mengatakan bahwa, ” tujuan diselenggarakannya pelatihan ini adalah meningkatkan ketrampilan anggota poklahsar  mengolah bandeng, memperkenalkan keanekaragaman/diversifikasi masakan berbahan baku ikan bandeng kepada masyarakat, terutama kepada poklahsar disekitar kluster bandeng kartini serta meningkatkan nilai tambah produk hasil perikanan,” terangnya.


Mengenai manfaat dari diadakannya pelatihan ini, ditemui terpisah kabid UPMHP Deny Ana I’tikafia, selasa 19/10/2021 , “Banyak sekali PR kita, dalam kegiatan ini, yaitu antara lain bantuan peralatan presto dari BBPPAP hendaknya dioptimalkan guna menunjang pengolahan aneka bandeng sehingga pemasaran semakin meluas, perlunya reorganisasi kelompok dengan mengajak para pemuda/pemudi daerah setempat untuk lebih berinovasi, perlunya pemberian nama olahan dan kemasan  unik sehingga menarik para konsumen, semua itu harus diraih dengan cara belajar dan berjuang, berikhtiar  semaksimal mungkin,” harapnya. (Edi Sulton).

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url