Wabup Safin: Program Kampung Nila Salin Jadi Unggulan di Pati

Potensi Budidaya Perikanan Nila Salin di Pati Jadi Unggulan

Merdekajayapos.com | PATI - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menerima kunjungan rombongan dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia, terkait dengan rencana pengembangan kampung Nila Salin di wilayah Kabupaten Pati. Rombongan diterima langsung oleh Saiful Arifin di ruang Joyokusumo Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Jumat (22/10).

Kampung perikanan budidaya Nila Salin di Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu ini merupakan salah satu budidaya perikanan unggulan, yang sudah dikenal hingga tingkat nasional. Hal itulah yang mendasari perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melihat secara langsung pengelolaan di lapangan.

Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin) menyambut baik dan berharap besar potensi budidaya perikanan ini dapat terealisasi.

Potensi Budidaya Perikanan Nila Salin di Pati Jadi Unggulan

Potensi Budidaya Perikanan Nila Salin di Pati Jadi Unggulan

Menurut Safin, Budidaya Nila Salin khususnya di Kabupaten Pati patut dikembangkan. Mengingat saat ini budidaya Nila Salin di Kabupaten Pati menjadi unggulan dengan hasil yang sangat baik. Sehingga kawasan-kawasan potensial yang menjadi sentra produksi komoditas unggulan perikanan budidaya dengan tingkat produksi, produktivitas dan kualitas baik ini patut didukung dan dikembangkan.

Safin mengungkapkan saat ini ada 6 kampung perikanan budidaya yang menjadi unggulan. Nila Salin di Pati, Lobster di Lombok Timur, Kerapu di Kupang, Ikan mas di Pasaman, Patin di Oku Timur, dan Kampung Bandeng di Gresik. 

Pengembangan budidaya nila salin ini, tentunya akan mendorong produktivitas petani pembudidaya dari mulai bibit unggulan nila salin. 

"Nila salin bukan nila biasa yang diadaptasikan. Dan saya sangat berterima kasih tentunya ini sangat bermanfaat bagi para petani pembudidaya.” sebutnya

Untuk itu, Lanjut Safin, penyuluhan dan pendampingan teknis serta manajemen usaha dan pembinaan kelembagaan pembudidaya harus terus dilakukan. Sehingga kampung budidaya unggulan ini dapat terus berkembang dan bermanfaat bagi para petani dan masyarakat. (@ries)

Berita Selanjutnya Berita Sebelumnya
Belum Ada Komentar
Tambah Komentar
comment url