UPK BKAD Mayong Salurkan Dana 36,435 Juta Untuk Anggota SPP Meninggal Dunia

Merdekajayapos.com Jepara - Dalam rangka acara Musyawarah Antar Desa (MAD) Pertanggung jawaban Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Mayong tahun anggaran 2021 dan Penyaluran dana iuran Gotong Royong periode tahun 2021 sebesar 36.435 Juta untuk pembayaran pelunasan Simpan Pinjam kelompok Perempuan (SPP) anggota yang sudah meninggal dunia, dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Mayong Jepara. Kemarin (19/1/22).

UPK BKAD Mayong Jepara Salurkan Dana 36,435 juta untuk Pelunasan Anggota SPP yang Meninggal Dunia

Kegiatan tersebut, UPK secara simbolis telah menyalurkan dana pembayaran pelunasan Saldo pinjaman untuk Anggota Simpan Pinjam kelompok Perempuan (SPP) yang meninggal dunia dari dana iuran Gotong Royong periode tahun 2021 sebesar 36.435 Juta

Acara yang pada dasarnya merupakan pelaporan kegiatan dari UPK BKAD Mayong, BUMDESMA Makmur Bersama tahun 2021 dan Proyeksi kegiatan tahun 2022, serta launching Koperasi Jasa Lembaga Keuangan Mikro (LKM) UPK Kartini Mayong, terbilang sukses dan lancar meskipun di selimuti cuaca yang cukup mendung disertai hujan ringan dari awal hingga akhir acara. 

Mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19, acara hanya di hadiri oleh Petinggi, Kader SPP desa yang ada di Kecamatan Mayong dan kelembagaan UPK BKAD serta Komisaris BUMDESMA Mayong. 

Acara tersebut sebenarnya merupakan rangkaian MAD tahap kedua yang di gelar oleh UPK, Karena sebelumnya telah diselengarakan MAD tahap pertama yang dilakukan di desa masing-masing dengan Materi dan agenda yang sama, namun peserta yang lebih lengkap dilakukan di tingkat desa yaitu dihadiri oleh tiga wakil perempuan, BPD, Tokoh Masyarakat dan Petinggi Desa.

Membahas lebih tentang Iuran Gotong Royong dari UPK Mayong ini merupakan program yang di keluarkan untuk mengatasi resiko pinjaman macet akibat adanya kematian anggota peminjam SPP di program Eks PNPM MPd ini.

Sudah dua periode UPK menjalankan program iuran Gotong Royong tersebut dan terbukti mampu memberikan manfaat untuk UPK sendiri, lebih terutama bagi keluarga anggota SPP yang meninggal dunia, sehingga tidak terlalu diberatkan dengan tanggungan sisa angsuran yang harus dibayarkan.

Sebelum adanya program tersebut, sebenarnya UPK juga pernah menggandeng pihak ketiga untuk meng-Cover kebutuhan tersebut dengan asuransi kematian. Namun pada akhirnya tidak mampu terlaksana sesuai dengan keinginan karena untuk urusan klaim manfaat yang dimaksud, sangat rumit dan justru memberatkan pemanfaat maupun bagi UPK mayong sendiri. 

Acara yang dibuka secara resmi oleh Sekcam Mayong Umar Said, SE ini juga mengagendakan Launching Koperasi Jasa LKM UPK Kartini Mayong. 

Koperasi tersebut di proyeksikan untuk menampung dana Tabungan Tanggung Renteng kelompok SPP, dan juga untuk memenuhi kebutuhan keuangan anggota Koperasi tersebut. 

Senilai puluhan juta rupiah,  juga telah dilakukan  Pengundian hadiah untuk tabungan Tanggung Renteng dan Undian Hadiah untuk Kelompok yang pembayaran angsurannya sebelum Jatuh tempo, Pada MAD kemarin. (@ries).

Berita Selanjutnya Berita Sebelumnya
Belum Ada Komentar
Tambah Komentar
comment url