Polres Banjarnegara Buru Pihak Lain Terlibat Video Mesum Gay

Merdekajayapos.com Banjarnegara - Polres Banjarnegara sampai sekarang masih  melakukan sejumlah penyelidikan terkait video mesum gay di banjarnegara, termasuk adanya dugaan keterlibatan pihak lain. Dua pemeran video tak senonoh gay di Banjarnegara yang viral di media sosial ditetapkan sebagai tersangka. 

"Berdasarkan hasil pemeriksaan baik pelaku dan saksi-saksi, kami menetapkan pelaku J (24) dan V (17) sebagai tersangka video mesum gay," kata Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto via telepon dengan awak media, Rabu dinihari (16/2/2022).

Ia menambahkan, penyidik polres banjarnegara masih melakukan penyelidikan lanjutan terkait keterlibatan pihak lain. Sementara ini, baru dua orang selaku pemeran dalam video mesum gay itu yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Sementara ini baru mereka berdua. Tetapi apakah ada keterlibatan pihak lain, kami masih terus melakukan penyelidikan," lanjutnya.

Pelaku terinspirasi salah satu Aplikasi di Google APP Playstore yang di dalamnya adalah komunitas lelaki penyuka sesama jenis, dan sebagai pasar jual beli video mesum tak senonoh sesama jenis atau Gay.

“Saya tanya kedua pelaku, apa yang menginspirasi kamu lakukan perbuatan itu, dan pelaku menjawab saya terinspirasi dari aplikasi di Google APP Playstore yang semua komunitas disana adalah semuanya lelaki yang menyukai sesame jenis” jelasnya.

Dalam kasus video mesum tersebut, Polres Banjarnegara juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya ponsel, pakaian, dan lampu berbentuk bundar yang digunakan untuk membuat konten.

"Lampu ini (lampu bundar) digunakan untuk membuat konten di rumah. Biasanya untuk berkomunikasi dengan member-nya. Ada Q and A. Jadi ada pertanyaan dari member-nya kemudian dijawab oleh tersangka J," jelas Hendri.

Ternyata, video mesum gay yang viral pada akhir bulan Januari 2022 lalu bukan yang pertama dibuat. Salah satu pelaku, J sudah membuat video mesum gay sejak November 2021.

"Dari keterangan tersangka J, dia mulai membuat video mesum gay sejak bulan November 2021 lalu. Sudah ada tiga video. Tetapi yang akhirnya viral itu yang bulan Januari," terangnya.

Video mesum tersebut dijual oleh pelaku seharga Rp 150 ribu per link. Dari hasil penjualan video, pelaku mampu meraup Rp 17 juta selama dua bulan. Uang tersebut dibagi oleh dua tersangka. Uang tersebut digunakan salah satu tersangka untuk membeli sepeda motor, sedangkan sisanya untuk bersenang-senang.

"Dari penjualan video mesum, Rp 10 juta sudah digunakan untuk membeli motor oleh tersangka J. Dan sisanya untuk happy-happy," ungkap Hendri. (Hum/@r).

Berita Selanjutnya Berita Sebelumnya
Belum Ada Komentar
Tambah Komentar
comment url