Pertalite Langka Pemkab Minta Tambah Kuota BBM di Jepara

Dandim 0719 Jepara Hadiri Rakor Usulan Tambah Kuota BBM Bersubsidi Pertalite

JEPARA Merdekajayapos.com - Untuk Mengatasi terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara telah menggelar rapat koordinasi Pembahasan Permasalahan Bahan Bakar Minyak (BBM). Yang dilaksanakan di Gedung Shima Kantor Setda Jepara. Kemarin (13/6/2022)

Dandim 0719 Jepara Hadiri Rakor Usulan Tambah Kuota BBM Bersubsidi Pertalite

Dalam rakor tersebut Pemkab Jepara telah mengusulkan tambahan kuota kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sebesar 15 Ribu Kiloliter di tahun 2022. Pernyataan itu diungkapkan Sekda Jepara Edy Sujatmiko. 

Kegiatan rakor dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda), perwakilan Pertamina, Agen atau pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), dan para pejabat terkait.

Menurut Sekda Edy Sujatmiko, selisih harga antara Pertamax dan Pertalite sebesar Rp 5 ribu rupiah membuat mereka yang biasanya menggunakan Pertamax berganti ke Pertalite yang lebih murah. Ini adalah hukum alam.

“Tahun lalu Jepara mendapatkan kuota BBM bersubsidi sebesar 81 ribu Kiloliter, namun karena kebijakan baru, diturunkan menjadi 66 ribu Kiloliter. Sehingga masih ada kekurangan sekitar 13 ribu Kiloliter di tahun 2022,” ujar Edy Sujatmiko

Selain itu, Sekda Edy Sujatmiko berharap kepada SPBU di Jepara untuk sementara membatasi pembelian yang besar, sehingga bisa merata. Pihaknya berharap Pertamina memberikan sangsi kepada SPBU yang melanggar ketentuan.


Sedangkan dalam penyampainnya, Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Arh Tri Yudhi Herlambang, S.E., M.I.Pol mengatakan akan turut mendukung Pemkab Jepara dalam mengusulkan tambahan BBM bersubsidi kepada BPH Migas di Tahun 2022.


“Perlunya transparasi agar kita tidak salah dalam mengambil keputusan sehingga perlu dikoordinasi antara pengelola SPBU dengan pemerintah daerah,” ujarnya (@ries).


Berita Selanjutnya Berita Sebelumnya
Belum Ada Komentar
Tambah Komentar
comment url