Angkat Kearifan Lokal, Festival 5000 Jajan Ndeso Plajan, Ada Artis Ninda Lida

JEPARA - Dalam rangka menyambut tahun baru 2023, pemerintah desa Plajan dan Pokdarwis ( kelompok sadar wisata) berkerjasama dengan karang taruna desa  Plajan kecamatan Pakis Aji Jepara mengadakan "FESTIVAL 5000 JAJAN NDESO" di pasar payung desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Jepara . Sabtu 31/12/2022.

Petinggi Plajan H. Kartono ( kanan) bersama ketua Pokdarwis Plajan ( kiri) Erwin Arwanto

Dalam festival ini hadir Petinggi desa Plajan, H. Kartono, Carik Plajan Hadi Patmo, Ketua BPD Plajan Hasan Fahmi. Festival 5000 jajan ndeso dimeriahkan oleh artis dari desa Plajan yang pernah menghias stasiun televisi nasional yakni Ninda Lida juga perkumpulan jip wisata Jepara.

Ketua Pokdarwis Plajan, Erwin Arwanto mengaku bersyukur kegiatan Festival 5000 jajan ndeso berhasil meski dalam suasana hujan.

 " Pengunjung datang dari warga Plajan sendiri, warga sekitar Plajan juga ada wisata mancanegara dari Polandia", terang Erwin Erwanto.

Adapun jenis makanan yang disajikan dalam Festival 5000 jajan ndeso yakni makanan tradisional Jepara pada umumnya dan Plajan pada khususnya seperti: Klepon, Horog - Horog, tiwul, gobet, bubur intil , poci, gethuk, nogosari, lemper, Ender, bubur jagung, sentileng. Dan minuman adon- adon cara, cendol ndeso, bubur mutiara dan es penthil.

"Dengan festival ini harapan saya dapat mengangkat kearifan lokal makanan khas desa  dan juga menggugah semangat para pedagang pasar payung yang selama ini mati suri. Dengan adanya festival ini saya ingin mengangkat juga wisata yang tengelam karena pandemi", pungkas Erwin Erwanto.

ninda lida ada di Festival 5000 Jajan Ndeso Plajan
Artis TV nasional, Ninda Lida ( tengah) menghibur pengunjung berfoto bersama Carik Plajan

Senada dengan Erwin Erwanto, Ninda Lida selaku artis yang turut mengisi ajang ini mengatakan, " wah menurut saya festival ini merupakan wujud pelestarian jajan yang hampir jarang sekali kita jumpai mas, saya salut karena antusias masyarakatnya luar biasa, selain itu juga anak- anak generasi sekarang yang cenderung suka dengan jajanan sekarang jadi tertarik untuk mencoba aneka jajan tradisional sehingga mereka juga bisa belajar untuk melestarikan jajanan yang hampir langka".

 Menurut Ninda Lida, ia berharap  untuk festival ini bukan hanya diadakan sekali saja namun bisa jadi agenda setiap bulan atau setiap selapan hari tertentu agar bisa membantu perekonomian dan juga bisa membantu meningkatkan SDM khususnya di desa Plajan.

Edi sulton


Berita Selanjutnya Berita Sebelumnya
1 Komentar
Tambah Komentar
comment url