Kompetisi Berhenti, Asisten Pelatih Persijap Supriyanto Tetap Geluti Karier Sepakbola

Supriyanto asisten pelatih Persijap. foto dok. Persijap

SURABAYA - Sebagai insan sepakbola yang kehidupannya ditopang dari mata pencaharian dari karier sepakbola, sebagai asisten pelatih Persijap, Supriyanto berharap kompetisi diputar lagi.

Karier Supriyanto di Sepakbola

Pria yang bernama Supriyanto ini memulai karier sepakbola sebagai pemain di Persiku Kutai  Kalimantan Timur 1993/1994, Gelora  Dewata Denpasar Bali 1994/1995, Persekaba Badung Bali 1995/1996 Persinga Ngawi (Divisi II) 1996/1997, Assyabab Salim Grup Surabaya 1997/1998 dan Persikat  Ketapang Kalimantan Tengah ini berharap kompetisi diputar kembali agar denyut nadi sepakbola berdetak kembali.

" Sebagai orang yang berkecimpung di sepakbola ya berharap segera berlanjut kompetisinya. Dengan kompetisi tidak jalan banyak yang dikorbankan baik itu  manajemen pemain, pelatih dan banyak lagi, belum lagi  perekonomian yang menggantungkan hidup dari sepakbola pasti berhenti", ungkap Cak Supri sapaan akrab Supriyanto.

Supriyanto adalah orang yang besar dan hidup dari sepakbola tidak bisa lepas dari sepakbola. Saat kompetisi berhenti, Supriyanto tetap bergelut dengan dunia si kulit bundar (Bola).

Supriyanto saat melatih di Surabaya

Sebagai Pemain, Pelatih dan Assisten

Supriyanto yang memulai karier melatih sebagai pelatih Reedo klub internal Persebaya, 2003/2004, pelatih MBU Sidoarjo DIVISI III, 2006/2007,  Asisten pelatih Persepam Pamekasan, Divisi 1 nasional 2009, Pelatih Persista Sintang Kalimantan Barat, 2010, pelatih PRA PON Kalimantan Barat, 2010, asisten pelatih Persepam Madura United divisi utama, 2011/2012, pelatih Jakarta Matador FC, divisi 1, 2013,  Asisten pelatih Persijap Jepara, ISL, 2014, pelatih Persikaba Blora, LINUS, 2014, pelatih PRAPON Kalimantan Barat, 2016,  pelatih Madura United, pro elite academy, 2018, pelatih Bhayangkara , pro elite academy , liga 1 2019 dan asisten pelatih Persijap 2022 ini meski tidak ada Kompetisi tetap bergelut di sepakbola.

" Kalau kompetisi kosong  saya ya melatih SSB dan akademi dan latihan privat. Kalau melatih di Brawijaya Sabtu,  Minggu, Selasa  dan hari kamis di Krian Sidoarjo ", ujar pria yang tinggal di Kebangsren 9 No.12 B, Surabaya.

Bagi Supriyanto yang punya  lisensi B AFC sepakbola adalah bagian hidup, bagian dari rezeki yang harus terus digeluti dan juga panggilan hati.


Edi sulton


Berita Selanjutnya Berita Sebelumnya
Belum Ada Komentar
Tambah Komentar
comment url