Manajer UAD Sayangkan Sikap Kurang Empati Arema

YOGYAKARTA - Setelah disentil oleh media PSHW UMY Yogya lewat akun Twitter,  rencana Arema FC yang akan berkandang di stadion Sultan Agung juga disayangkan oleh manajer UAD salah satu peserta liga 3 DIY.

Sebagai mana diketahui, liga 3 DIY urung digelar karena berbagai alasan salah satunya perijinan yang tidak keluar. Hal ini membuat kecewa insan sepakbola di DIY bersamaan itu Arema peserta liga 1 berkandang di Stadion Sultan Agung Bantul.

Pelatih UAD

Rencana Arema ini jelas membuat insan sepakbola DIY meradang. Manajer UAD, Ahid Mudiyana menyayangkan hal ini. 

Arema Berkandang di Stadion Sultan Agung Bantul

" Terkait rencana Arema berkandang di SSA, kami melihatnya kurang memiliki rasa empati terhadap klub maupun suporter yang ada di Jogja khususnya peserta liga 3. Salah satu alasan tidak dilaksanakannya liga 3 DIY karena tragedi kanjuruhan sehingga sangat disayangkan jika mengajukan ijin untuk berhomebase di SSA. Sebaiknya Arema mengkaji ulang dan membatalkan keinginan berhomebase di Stadion Sultan Agung (SSA) demi kebaikan dan kondusifitas suporter maupun masyarakat Jogja", terang Ahid Mudiyana. Ahad 8/01/2023 M, 16 Jumadil Akhir 1444 H.

Sikap pelaku sepakbola DIY khususnya manajer UAD ini juga dimaklumi oleh pemerhati sepakbola asal Jepara, Sabiek . Pria yang punya panggilan Sabiek Siregar ini menilai ada sikap yang tidak peduli dan peka terhadap kepentingan orang banyak. 

" Kompetisi kacau karena tragedi Kerusuhan di Kanjuruhan Malang yang berimbas kompetisi berhenti. Lha saat kompetisi dilanjutkan dengan syarat eh malah Arema mau berkandang di Bantul di saat kompetisi liga 3 DIY tidak jadi diputar karena tidak dapat ijin. Ironis", ujar Sabiek.

Liga 3 DIY 

 Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan Malang berimbas Kompetisi Liga 3 DIY gagal diputar.

(Edi sulton)


Berita Selanjutnya Berita Sebelumnya
Belum Ada Komentar
Tambah Komentar
comment url