150 Ribu Peluang Kerja Disiapkan Lewat Program Magang Nasional 2026
![]() |
| Program Magang Nasional 2026 disiapkan dengan tambahan 150 ribu kuota untuk memperluas peluang kerja dan meningkatkan kesiapan lulusan baru. |
JAKARTA - Pemerintah menyiapkan tambahan 150 ribu peluang kerja melalui Program Magang Nasional 2026 seiring tingginya minat masyarakat, terutama lulusan baru, terhadap program magang.
Program ini diusulkan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker ) Yassierli sebagai upaya memperluas akses pengalaman kerja sekaligus menjawab kebutuhan industri akan tenaga kerja yang lebih siap.
“Program Magang Nasional saat ini masih dalam tahap pengusulan anggaran. Dengan dukungan Kementerian Keuangan dan Kemenko Bidang Perekonomian, kami berharap program ini bisa dilaksanakan,” ujar Menaker Yassierli usai rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Perluasan Kuota Magang untuk Peluang Kerja
Melalui skema Magang Hub (MagangHub) Kemnaker, Program Magang Nasional 2026 diharapkan mampu membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pengalaman kerja.
Selain itu, penambahan kuota magang 2026 menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan lulusan baru yang masih terkendala minim pengalaman. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberi manfaat bagi peserta, tetapi juga bagi industri.
Di sisi lain, dunia usaha akan memperoleh talenta yang lebih siap dan relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.
Pemerataan Program Magang Nasional 2026
Selanjutnya, pemerintah menegaskan bahwa pelaksanaan Program Magang Nasional 2026 tidak akan terpusat di kota besar saja. Sebaliknya, distribusi kuota akan diperluas ke berbagai wilayah Indonesia.
“Dalam pelaksanaannya nanti, Kemnaker berkomitmen menjunjung prinsip pemerataan. Daerah dengan tingkat pengangguran tinggi diharapkan memperoleh proporsi kuota lebih besar,” kata Menaker Yassierli.
Oleh karena itu, daerah dengan angka pengangguran terbuka tinggi akan menjadi prioritas dalam penyaluran kuota magang.
Strategi Tekan Pengangguran
Sejalan dengan pembahasan bersama Komisi IX DPR RI, Program Magang Nasional 2026 juga dirancang sebagai langkah konkret untuk menekan angka pengangguran terbuka
Program ini akan difokuskan pada sektor-sektor strategis yang membutuhkan tenaga kerja terampil. Dengan begitu, lulusan baru memiliki peluang lebih besar untuk terserap di dunia kerja.
“Kami pastikan bidang magang akan dibuat beragam dan tidak terfokus pada satu sektor saja. Namun, rencana ini masih dalam proses pembahasan lanjutan,” ujar Yassierli.
Target Kesiapan Kerja Lulusan
Pada akhirnya, Program Magang Nasional 2026 ditargetkan mampu meningkatkan kesiapan lulusan dalam memasuki pasar kerja.
Selain memperluas peluang kerja, Program Magang ini juga diharapkan memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan industri.
Dengan langkah tersebut, pemerintah optimistis program magang dapat menjadi solusi dalam mengurangi pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia.
