Pasar Kerja Berubah Total Menaker Yassierli Desak Pekerja Kuasai Future Skills agar Tak Tergeser Teknologi

JAKARTA - Angkatan kerja Indonesia kini harus berkejaran dengan waktu di tengah ketatnya dinamika ekonomi global 2026. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker RI) menegaskan bahwa mengandalkan ijazah pendidikan formal saja tidak lagi cukup untuk menjaga kualitas tenaga kerja Indonesia di pasar kerja modern yang kian didominasi teknologi digital. Menghadapi disrupsi ini, angkatan kerja digital lokal mutlak harus menguasai keterampilan masa depan atau future skills agar tidak tergilas oleh perubahan zaman dan otomatisasi mesin industri.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan pokok pikiran terkait penguatan kualitas tenaga kerja Indonesia di era kecerdasan buatan (AI) pada Rakernas KSPI 2026.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberikan pemaparan mengenai tantangan disrupsi digital dan pentingnya penguasaan keahlian baru dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSPI 2026 di Jakarta. (Foto: HMS) Jakarta, Selasa (23/6/2026).


Pasar Kerja Berubah, Kompetensi Buruh Jadi Pertaruhan

Tantangan membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan produktif di Indonesia masih sangat panjang. Besarnya jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja berkualitas memperparah situasi ini, terutama ketika sektor manufaktur dan jasa mulai beralih ke kecerdasan buatan (AI).

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengungkapkan bahwa jaminan konstitusi terkait hak dapat pekerjaan layak dan penghidupan yang sesuai hanya bisa terwujud jika produktivitas tenaga kerja ditingkatkan secara masif. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan untuk fokus pada aksi nyata di lapangan demi mendongkrak kompetensi buruh.

Pernyataan Menaker Yassierli:
"PR kita masih panjang. Tantangan yang kita hadapi tidak sederhana dan memerlukan kerja bersama dari seluruh pihak," ujar Yassierli saat berbicara dalam Rakernas KSPI 2026 (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) di Jakarta.

Yassierli menilai, konfederasi serikat pekerja kini memiliki tanggung jawab baru yang lebih besar. Peran organisasi pekerja tidak boleh lagi sebatas menuntut hak ekonomi di jalanan, melainkan wajib ikut memikirkan formula pelatihan upskilling dan reskilling yang terarah bagi anggotanya:

  • Akselerasi Keterampilan Digital: Membimbing pekerja agar adaptif terhadap ekosistem teknologi dunia kerja.
  • Reskilling Terarah: Membantu tenaga kerja yang posisinya terdisrupsi untuk mempelajari keahlian baru di sektor yang berkembang.
  • Upskilling Berkelanjutan: Memperdalam keahlian teknis yang sudah dimiliki agar posisi tawar pekerja di mata industri semakin kuat.

Kemenaker Siapkan Sistem Informasi Pasar Kerja Terintegrasi untuk Amankan Future Skills

Untuk mengantisipasi kesenjangan pasokan (supply) dan permintaan (demand) tenaga kerja, Kemenaker RI tengah merombak total sistem informasi pasar kerja terintegrasi. Langkah ini diambil sebagai strategi mitigasi untuk memperluas akses informasi lowongan kerja sekaligus mempercepat penempatan tenaga kerja di sektor-sektor strategis nasional.

Di sisi lain, kebijakan mengenai perlindungan pekerja dan penguatan pengawasan norma kerja di lapangan terus diperketat oleh pemerintah. Kendati demikian, Menaker Yassierli menekankan bahwa proteksi terbaik bagi buruh adalah kompetensi mereka sendiri. Ketika buruh memiliki keahlian yang relevan dengan tren industri, proteksi terhadap pendapatan mereka akan tercipta secara otomatis.

Pemerintah juga mendorong terjadinya transformasi hubungan industrial yang lebih progresif di lingkungan perusahaan. Hubungan antara serikat pekerja dan manajemen harus bergeser dari pola konfrontatif lama menuju kemitraan strategis buruh pengusaha:

Model Hubungan Kerja Konvensional Model Kemitraan Strategis Baru
Bersifat konfrontatif dan kaku di lapangan Mengedepankan prinsip musyawarah dan kekeluargaan
Fokus jangka pendek pada tuntutan hak normatif Fokus jangka panjang pada produktivitas dan keberlanjutan bisnis
Menyelesaikan sengketa lewat jalur hukum formal Menitikberatkan kesejahteraan pekerja Indonesia secara holistik

Peluang Menuju Welfare State di Pemerintahan Prabowo

Di lokasi yang sama, Presiden KSPI sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal KSPI, melihat adanya momentum besar di bawah Pemerintahan Prabowo untuk membawa Indonesia menuju negara sejahtera (welfare state). Namun, ia memberikan catatan kritis bahwa visi besar tersebut hanya bisa dicapai jika tata kelola pemerintahan bersih dari praktik korupsi.

"Pemerintahan yang bersih akan menentukan sejauh mana negara mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan kelas pekerja," tegas Said Iqbal.

Gerakan buruh sangat berharap komitmen pemerintah dalam membenahi iklim investasi tidak mengorbankan hak-hak dasar pekerja, melainkan berjalan beriringan dengan jaminan sosial yang kuat. Dengan kolaborasi lintas sektor yang bersih, Indonesia dinilai mampu melahirkan generasi pekerja tangguh yang tidak hanya sejahtera, namun juga unggul dalam penguasaan keahlian baru serta adaptif terhadap tuntutan ekosistem future skills.


Apa yang dimaksud dengan future skills yang disebut oleh Menaker?

Future skills adalah keterampilan masa depan yang mutlak dibutuhkan oleh industri modern. Kompetensi ini meliputi keahlian digital, kemampuan adaptasi teknologi baru, analisis data, hingga kemampuan pemecahan masalah kompleks (complex problem solving) yang tidak dapat digantikan oleh mesin otomatis atau kecerdasan buatan (AI).

Mengapa pekerja Indonesia wajib mengikuti pelatihan upskilling dan reskilling?

Proses reskilling (belajar keahlian baru) dan upskilling (meningkatkan keahlian yang ada) sangat penting agar kualitas tenaga kerja Indonesia tetap relevan dengan kebutuhan pasar global yang terus berubah cepat akibat digitalisasi dan otomatisasi industri.

Apa fungsi dari sistem informasi pasar kerja terintegrasi yang disiapkan Kemenaker?

Sistem ini berfungsi untuk mengintegrasikan data pasokan dan permintaan tenaga kerja, memperluas akses informasi lowongan kerja secara transparan, serta mempercepat proses penempatan tenaga kerja di berbagai sektor industri secara efektif.

Bagaimana konsep transformasi hubungan industrial yang ideal menurut pemerintah?

Konsep idealnya adalah mengubah relasi konvensional antara buruh dan manajemen perusahaan menjadi kemitraan strategis buruh pengusaha. Model ini berfokus pada peningkatan produktivitas perusahaan yang berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan pekerja Indonesia.

Apa syarat utama mewujudkan negara sejahtera (welfare state) bagi buruh?

Berdasarkan pandangan Said Iqbal KSPI, syarat utamanya adalah tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif di bawah kepemimpinan nasional, sehingga regulasi ketenagakerjaan dan jaminan sosial benar-benar berdampak pada peningkatan taraf hidup seluruh rakyat.


Sumber: HMS / MJP - Leon

Berita Selanjutnya Berita Sebelumnya
No Comment
Add Comment
comment url