PROSES BERTAHAP JARINGAN TERORIS JAMAAH ISLAMIYAH SANGAT RAPI - MERDEKA JAYA POS

Breaking

MERDEKA JAYA POS

Berita Jepara Indonesia Terkini Hari Ini, Berita Harian Terkini Terpercaya daerah Jepara terlengkap terupdate seputar Jepara dan Indonesia- Merdeka Jaya Pos.

Post Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 20 Desember 2020

PROSES BERTAHAP JARINGAN TERORIS JAMAAH ISLAMIYAH SANGAT RAPI

Polri Sebut Pengkaderan Jaringan Teroris Jamaah Islamiyah Sangat Rapi

PROSES BERTAHAP JARINGAN TERORIS JAMAAH ISLAMIYAH SANGAT RAPI

JAKARTA- Polri Sebut Pengkaderan atau proses bertahap Jaringan Teroris Jamaah Islamiyah sangat rapi, sampai perekrutan para kader yang siap tempur juga sudah dilakukan. Polri dapatkan informasi adanya 91 kader yang telah dilatih oleh Jamaah Islamiyah dan 66 diantaranya sudah dikirim ke suriah untuk bergabung dengan kelompok teror disana.


Seperti yang disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono bahwa Polri sudah mendapatkan informasi soal adanya 91 kader Jamaah Islamiyah yang dilatih dan siap tempur, dimana 66 di antaranya sudah dikirim ke Suriah dan beberapa sudah kembali ke Indonesia.


“Mereka (Jamaah Islamiyah) sudah menyiapkan kemampuan diri dengan pelatihan-pelatihan khusus guna mempersiapkan kekuatan melawan musuh yakni negara dan aparat. Sebagian besar dari mereka juga sudah berangkat ke Suriah bergabung dengan kelompok teror di sana dan berperan aktif dalam konflik di Suriah. Kemampuan yang sudah diasah di tempat pelatihan dan medan tempur sebenarnya (Suriah) menjadikan mereka sebagai potensi ancaman nyata,” kata Argo, Jumat (18/12/2020).


Dikatakan pengkaderan Jaringan Teroris Jamaah Islamiyah sangat rapi diketahui adanya struktural organisasi yang membentuk kader jemaatnya, seperti adanya penanggung jawab atau amir jamaah Islamiyah parawijayanto dan koordinator pelatihan Joko Priyono alias Karso.


Banyak sekali faktor dimana radikalisme tumbuh subur di tanah air, salah satunya lemahnya filter media sosial sehingga penyebaran berita bohong atau hoax dengan mudah tersebar.


“Maraknya penyebaran hoax tanpa filter melalui media sosial membuat paham radikal dan anti pemerintah makin subur. Dari dulu sampai sekarang radikalisasi terbentuk sebagai bagian dari respons atas ketidakadilan dan makin melebarnya kesenjangan sosial di masyarakat. Bahwa kemudian agama jadi satu alasan dalam mengekspresikan ketidakpuasan dan kebencian,” ungkap Argo


Argo melanjutkan, sebagai upaya mencegah terjadinya penyebaran paham dan ideologi radikalisme di kalangan anak muda, perlu melibatkan seluruh stakeholder yang bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan, sosial, kragamaan, komunikasi serta keamanan di lingkungan masing-masing "Ya perlu peran serta semua stakeholder,” katanya


Namun khusus untuk Polri, lanjut mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini, Densus 88 terus melakukan pemantauan terhadap jaringan teror yang ada di Indonesia secara terus-menerus, mulai dari pengumpulan bahan informasi, pengolahan informasi sampai dilakukan penegakan hukum. “Spesifiknya, Densus 88 sudah melakukan penegakan hukum terhadap 20 peserta pelatihan Jamaah Islamiyah” kata Argo.


Seperti diketahui sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penangkapan sebanyak 23 terduga teroris dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di 8  lokasi yakni di  Lampung Selatan, Lampung Tengah, Bandar Lampung, Pringsewu, Metro, Jambi, Riau dan Palembang. Dua dari 23 orang yang ditangkap merupakan Panglima Askari JI yakni Taufik Bulaga alias Upik Lawanga dan Zulkarnain alias Arif Sunarso.


Selain menangkap para tersangka, Densus 88 juga berhasil mengungkap adanya bunker di rumah Upik Lawanga di Lampung yang digunakan untuk bersembunyi dan menyimpan senjata-senjata rakitan buatannya. "Barang bukti yang disita dari rumah Upik ini ada senjata rakitan dan bunker," kata Argo. (RedMjp)


Sumber Humas Polda Jateng.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad