Arisan Online Di Pati, Giliran Mendapat Arisan Tetapi Tak kunjung dibayarkan - MERDEKA JAYA POS

Breaking

MERDEKA JAYA POS

Berita Jepara Indonesia Terkini Hari Ini, Berita Harian Terkini Terpercaya daerah Jepara terlengkap terupdate seputar Jepara dan Indonesia- Merdeka Jaya Pos.

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 19 Maret 2021

Arisan Online Di Pati, Giliran Mendapat Arisan Tetapi Tak kunjung dibayarkan

Arisan Online Di Pati

Arisan Online Di Pati, Giliran Mendapat Arisan Tetapi Tak kunjung dibayarkan
Arisan Online Di Pati, Giliran Mendapat Arisan Tetapi Tak kunjung dibayarkan

Merdekajayapos.com  PATI.- Korban kali ini, sejumlah emak-emak yang berstatus Ibu Rumah Tangga (IRT) dan pengusaha melaporkan kasus arisan online ke Polres Pati. Arisan online yang dinahkodai oleh Y alias Rere warga Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo, Pati, Jateng itu disinyalir kabur dan tidak bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran arisan online. 


Sebut saja LL, salah satu peserta arisan online kepada wartawan mengaku bersama rekan-rekannya akan melanjutkan proses laporan dugaan penipuan dengan modus arisan online ke Polres Pati.


"Kami akan tetap melaporkan masalah ini, karena Y selaku penanggung jawab sudah kabur, biar nanti polisi yang mengusut," ungkapnya, Kamis (18/3/2021).


Korban LL yang didampingi YL rekannya mengaku akibat ulah Y sudah banyak korban yang dirugikan, bahkan kerugian ditaksir mencapai Rp 1 milyar lebih, dari beberapa peserta member yang terbagi di puluhan get arisan.


"Arisan yang kami ikuti ada beberapa Get, saat pertama tak ada masalah dan lancar-lancar saja, dan melalui admin pembayaran kami lakukan juga bervariasi yakni sekitar Rp 2 sampai 5 juta, dan uang pembayaran dikirim via rekening, hanya saja sekitar 1 minggu ini kami merasa dibohongi lantaran Yeni kabur," sesalnya. 


Lebih lanjut LL, bersama rekan-rekannya tidak pernah bertemu dengan Y, para peserta hanya bisa berkomunikasi melalui pesan WhatsApp. Sementara untuk pembayaran melalui transfer bukti rekening hanya melakukan pemberitahuan melalui asisten admin yakni Nita warga Desa Ngemplak Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati.


"Kami juga menanyakan hal ini ke Nita, hanya saja Nita mengaku hanya karyawan, dan yang bertanggung jawab adalah Yeni," ujarnya. 


Selain itu, ditempat yang sama YL mengatakan, kebohongan ini baru tercium sekitar 1 minggu ini. Hal ini ketika Y di hubungi lewat telepon selulernya sudah tidak aktif. Saat itu berbarengan ada sejumlah peserta arisan yang mendapatkan pencairan namun belum dibayar.


"Selama 3 bulan terakhir berjalan tidak ada masalah, dan setiap kali pembayaran selalu terealisasi, baru kali ini saja terjadi masalah," terang YL.

 

Dari beberapa get arisan, para member mengalami kerugian bervariasi dari 2 juta  sampai Rp 300 juta tergantung get yang di ikuti member.


"Seharusnya saya dapat Rp 20 juta, namun karena Y kabur, uang arisan tak terbayarkan juga akan melaporkan masalah ini ke Polres," tambah Lily dengan nada kesal. 


Hingga berita ini di tayangkan, bandar arisan Yeni alias Rere belum ada tanggapan ketika di konfirmasi lewat telepon/WhatsApp. (Jteam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad