Bantu Pasok Oksigen, TNI AL Koarmada II Tidak Memprioritaskan Daerah Tertentu

Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto

Merdekajayapos.com SURABAYA- TNI Angkatan Laut bertekad kuat membantu pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia, dari Serbuan Vaksinasi massal, pemanfaatan sarana dan prasarana untuk isoman, hingga terkini bantuan pasokan oksigen.

TNI AL menambah satu lagi kapal rumah sakit untuk membantu memasok oksigen bagi penderita Covid-19. Setelah KRI dr.Soeharso-990 dari Satuan Kapal Bantu Koarmada II,

kini KRI Semarang-594 dari Satuan Kapal Amfibi Koarmada I juga dikerahkan.

Perintah langsung Bapak Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E.,M.M., keberadaan KRI Semarang saat ini di Surabaya adalah untuk menggantikan KRI dr.Soeharso yang  dikerahkan membantu dukungan  oksigen di Semarang dan wilayah Jawa Tengah lainnya, “ ujar Panglima Koarmada II Laksda TNI Dr. Iwan Isnurwanto, S.H.,M.A.P.,M.Tr.(Han) saat  siaran langsung dengan salah satu stasiun televisi lokal Jawa Timur, pada Rabu 28/7/2021.

Laksda Iwan yang saat itu berada di Posko Bantuan Oksigen Darurat Koarmada II yang berlokasi di Jalajaya menegaskan bahwa TNI AL dalam hal ini Koarmada II tidak memprioritaskan bantuan pasokan oksigen hanya untuk wilayah Jatim, tetapi juga dari wilayah di luar Jatim. “  Kita tidak memprioritaskan hanya untuk Jatim atau Surabaya tapi sepanjang kita bisa mengirimkannya pasti akan kita bantu, “tuturnya. 

Masyarakat yang mendapatkan dukungan oksigen dari Koarmada II

Hal ini menurutnya sudah dilaksanakan dengan membantu pasokan oksigen ke  RSUD dr.Haryoto di Lumajang menggunakan truk, dan juga Semarang mengunakan KRI dr. Soeharso

Lebih lanjut terkait keberadaan Posko Bantuan Oksigen Darurat Koarmada II, Iwan mengungkapkan untuk masyarakat maupun rumah sakit yang ingin mendapatkan bantuan oksigen dari Posko di Jalajaya, pihaknya akan memberi kemudahan tanpa ada syarat khusus . Yakni cukup membawa fotokopi KTP atau surat permohonan dari instansi. Kemudian setelah pendaftaran, pemohon akan melalui proses screening untuk memastikan jika tabung oksigen tidak disalahgunakan atau diperjual belikan oleh mereka maupun menghindari  jangan sampai ada suatu hal yang tidak benar pengunaannya nantinya.

Laskda Iwan  juga menegaskan jika posko bantuan Jalajaya akan buka selama 24 jam untuk melayani kebutuhan oksigen masyarakat secara gratis. “Sepanjang kami diperlukan, sepanjang kami ada disini,  Insyaallah kami akan standby 24 jam dan kami siap. Karena ini merupakan bagian dari ibadah, “ tandasnya.


Kontributor: Edi Sulton

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url