Mantan Pemain Persijap Latih Hizbul Wathan FC

Heri Setyawan saat memberikan arahan kepada pemain Hizbul Wathan

Merdekajayapos.com SURABAYA - Hizbul Wathan Football Club (HWFC) resmi menunjuk Mochamad Herrie Setyawan menjadi pelatih di Liga 2 2021. Herrie menggantikan posisi pelatih kepala yang sebelumnya dijabat Yusuf Ekodono.

Keputusan tersebut disampaikan Presiden HWFC Suli Da’im, Senin (9/8/2021).

“Kami sudah sepakat dan mengontrak Kang Herrie untuk melatih HWFC pada musim kompetisi Liga 2 2021. Hari ini, dia sudah menjalankan tugasnya,” katanya.

Suli mengatakan, penunjukan Herrie berdasarkan rapat manajemen dan direksi HWFC. Herrie dianggap mampu dan kapabel melatih klub berjuluk Laskar Matahari tersebut.

Heri Setyawan bersama manajemen Hizbul Wathan Jawa timur
Herrie juga dianggap memiliki cukup pengalaman, baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih. Dia tercatat sebagai langganan Timnas dan berhasil menggondol medali emas sepak bola SEA Games tahun 1991 di Filipina. 

Pria kelahiran Makassar, 8 Maret 1969 itu, juga pernah memperkuat klub-klub ternama, diantarnya Bandung Raya, Pelita Jaya, Persib Bandung, Persijap Jepara dan PKT Bontang.  

Herrie juga pernah menjadi asisten pelatih Persib Bandung, asisten pelatih PSM Makassar, dan head coach Persatuan Sepak Bola Galuh Ciamis (PSGC) di Liga 2. 

“Hadirnya Kang Herrie diharapkan akan mengangkat performa tim. Pengalaman dan kemampuan dia kami yakini akan mampu membawa HWFC tampil baik dan bisa merah prestasi,” tandas Suli.

Sementara itu, Herrie Setyawan mengaku sangat bersyukur telah dipercaya menjadi pelatih klub milik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur itu.   

“Terima kasih. Ini penghargaan yang luar biasa. Saya sangat senang bisa bergabung dengan HWFC,” tutur pria yang karib disapa “Jose” itu.

Herrie sejatinya mengaku surprise ketika dihubungi perwakilan manajemen HWFC. “Benar, saya gemetar saat ditunjuk menjadi pelatih. Sungguh, saya bangga atas kepercayaan ini,” aku dia.

Herrie mengenal Muhammadiyah sebagai ormas terbesar di Indonesia. Dia sendiri tercatat sebagai alumnus SMA Muhammadiyah Cirebon. Makanya, ketika Muhammadiyah memiliki klub sepak bola profesional, Herrie memimpikan bisa menjadi pelatihnya.

Di mata Herrie, Kompetisi Liga 2 sangat keras dan ketat. Karena itu, dibutuhkan kerja keras dan cerdas untuk meraih prestasi. “Saya ingin HWFC menjadi klub yang disegani, punya karakter, dan mau bekerja keras,” tutupnya.


Kontributor: Edi Sulton

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url