Pentingnya Penelitian Kemasyarakatan Litmas Bagi Napi Sebelum Berbaur Dengan Masyarakat

Muslim Awaludin

Merdekajayapos.com  Filosofi Pemasyarakatan (re-integrasi sosial) adalah pemulihan kesatuan hidup, kehidupan dan penghidupan antara individu yang melakukan pelanggaran hukum dengan masyarakat. 

Tujuan pemidanaan tidak hanya untuk melindungi masyarakat tetap juga melindungi yang melakukan pelanggaran hukum.

Hal ini secara tegas diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan yang mengamanatkan bahwa pelaksanakan pembinaan berdasarkan sistem pemasyarakatan yang diselenggarakan dalam rangka membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggungjawab.   

Untuk melaksanakan sistem pemasyarakatan tersebut diperlukan peran serta masyarakat dengan melakukan kerjasama dalam pembinaan maupun dengan sikap bersedia menerima kembali Warga Binaan Pemasyarakatan yang telah selesai menjalani pidananya.

Dalam peran serta masyarakat inilah dapat diperoleh kesiapan masyarakat terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan untuk kembali dan hidup bersama lagi ditengah-tengah lingkungan masyarakat. 

Peran Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) (Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 1999 tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan) yang merupakan tugas pokok dan fungsi dari Pembimbing Kemasyarakatan (PK) inilah penting agar dapat diperoleh data yang tepat terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan untuk  dapat berintegrasi sosial sehingga dapat diungkapkan latar belakang Warga Binaan Pemasyarakatan melakukan tindak pidananya, dapat diketahui tingkat resiko dan kebutuhan pelanggar hukum, menetukan program pelayanan tahanan dan proses serta tahap-tahap pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan, evaluasi pelaksanaan program pembinaan dan menentukan keberhasilan penanganan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan.

Dengan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) tersebut akhirnya dapat dikumpulkan data terkait identitas Warga Binaan Pemasyarakatan,  riwayat kelahiran, riwayat pendidikan, riwayat tingkah laku, riwayat perkawinan bagi yang sudah kawin, bakat/potensi, relasi dengan keluarga, teman, lingkungan, kepercayaan/ibadah, riwayat perkawinan orang tua, relasi dalam keluarga, relasi dalam masyarakat, pekerjaan dan keadaan ekonominya. Juga dapat diketahui relasi sosial dengan masyarakat, relasi sosial, budaya dan lingkungan alam serta stratfikasi sosial ekonomi masyarakat, tingkat pendidikan dan pola hubungan di masyarakat. 

Tidak hanya itu, dalam Litmas juga dapat diperoleh data terkait latar belakang masalah, kronologis, keadaan korban dan akibat tindak pidana bagi korban ataupun bagi masyarakat serta akibat tindak pidana bagi warga binaan pemasyakatan maupun orang tuanya. Dan masih banyak lainnya yang dapat diperoleh dari proses Litmas tersebut.

Pada akhirnya pelaksanaan Litmas dengan tujuan menyiapkan agar warga binaan pemasyarakatan dapat menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggungjawab.

Kontributor : Muslim Awaluddin

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url