Bermula Modal Lapak Satu Meja, PCNA Bangsri Buka Lapak Tiap Ramadhan

Merdekajayapos.com JEPARA-  PCNA ( Pimpinan cabang Nasiyatul Aisyiyah) Bangsri mencoba memberdayakan diri di bulan suci. Sejak pertama kali merintis buka lapak takjil dan lauk saat bulan romadhon tiba dan sampai sekarang  sudah berlangsung kurang lebih 10 tahun.

Lapak PCNA Bangsri

" Alhamdulillah animo masyarakat luar biasa dan  sangat mendukung. sejarah singkatnya dulu pada tahun 2012 kita berjualan dengan  diawali hanya 1 meja atau lapak dan belum ada peminat penjual lainnya, saat hujan diguyur hujan. Saat itu lapak dibuka dari jam 16.00 sampai menjelang maghrib, yang bertujuan agar  kita bisa membantu pada para pedagang kecil  yang di saat Ramadhan tidak ada pemasukan karena kita ingin mereka tetap mendapatkan pemasukan akhirnya kita mencoba mencari pedagang- pedagang itu, kita kumpulkan  dan  kita kerjasama untuk  menjualkan dagangannya agar mereka bisa mendapatkan keuntungan", terang Koordinator dakwah PCNA Bangsri Asiah Furqon, Ahad 3/4/2022 M, 2 Ramadhan 1443 H.

pengunjung lapak PCNA Bangsri

Kegiatan ini bermula dari keperihatinan Asiah Furqon melihat minimnya kas PCNA Bangsri saat itu. " Ortom kok kopeh istilah bahasa Bangsri dengan minimnya dana kas, mau rapat tidak ada dana, mau buat acara tidak ada dana. Akhirnya saya ingin ortom ini punya dana dan terwujud dengan hasil kerja keras bersama. Dan syukur Alhamdulillah PCNA Bangsri sekarang punya kas tiap tahunnya", imbuh wanita yang juga kepala SMK Muhammadiyah Bangsri.

Asiah juga menceritakan tiap tahun semakin laris,  penjualnya bertambah dan banyak yang berminat untuk mengisi menu di setiap lapaknya. " Akhirnya di bulan Ramadhan 1443 H ini depan masjid An Nur Bangsri sudah penuh dengan lapak- lapak yang tidak kalah hebat dan luar biasa, bagaikan lautan manusia bahkan karena kita kerja sama dengan remaja masjid An Nur. Mereka  menyediakan lapak- lapak yang apik, aman dari terik matahari dan guyuran hujan", pungkas istri dari Achmad Furqon ini. (Edi sulton).


Berita Selanjutnya Berita Sebelumnya
Belum Ada Komentar
Tambah Komentar
comment url