Kapal Perang TNI AL Koarmada II Tangkap Kapal Muatan Nikel di Teluk Lasolo Sulawesi Tenggara

SURABAYA  merdekajayapos.com, KRI Abdul Halim Perdanakusuma -355 (AHP)  Satuan Kapal Eskorta Koarmada II kembali menangkap kapal TB. Biak 9 yang menarik tongkang BG. Intan 7506 membawa muatan Nikel Ore sejumlah 7.524,204 MT di perairan Teluk Lasolo Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara pada Kamis 21 April lalu

Tongkang pengangkut nikel yang ditangkap TNI AL

Operasi penangkapan ini berjalan dengan baik atas kerjasama KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 dan Denintel Koarmada II, khususnya dalam tindak pidana pelayaran pengangkutan Nikel Ore secara illegal diperairan Konawe Sulawesi Tenggara.


Penangkapan oleh KRI AHP-355 ini diawali dengan informasi intelijen tentang adanya kapal yang di duga membawa Ore Nikel dari 

Marombo menuju Morosi di perairan teluk Lasolo Konawe Sulawesi Tenggara. Dari informasi tersebut KRI AHP-355 melaksanakan penangkapan dan pemeriksaan.


Setelah melalui pemeriksaan awal KRI AHP-355,  ditemukan bahwa  kapal tersebut melakukan pelanggaran yaitu Loading Port di dokumen tidak sesuai dengan pemuatan cargo, Sertifikat Kualifikasi dan kompetensi ABK tidak sesuai dan Kapal tidak menyalakan Automatic Identification System (AIS)

prajurit KRI AHP- 355 saat memeriksa kapal pengangkut nikel

Oleh Komandan KRI AHP-355 Koarmada II Kolonel Laut (P) Ludfy selanjutnya kapal dibawa ke Posal Morowali di bawah Lanal Palu dan diterima langsung Komandan Lanal Palu Letkol Laut (P) M Catur Soelistiyono


Dalam konferensi pers dihadapan media, Danlanal Palu menyampaikan memang betul dirinya menerima limpahan wewenang kapal TB Biak 9 dari KRI AHP-355 yang diduga melanggar undang-undang pelayaran dan hingga saat ini penyelidikan masih berlangsung.


 Untuk saat ini TB. Biak 9/BG. Intan 7506 yang bermuatan Nikel Ore dengan ABK 9 orang tersebut sebagian ABK berada di Posal Morowali sedangkan lainya berada di Kapal TB Biak mengawaki kapal. Apabila nantinya  cukup bukti  akan di laksanakan proses penyidikan lanjutan sesuai prosedur hukum. (Edi sulton).


Berita Selanjutnya Berita Sebelumnya
Belum Ada Komentar
Tambah Komentar
comment url