KRI Sultan Iskandar Muda-367 Jadi Kapal Markas Latihan PICARD 4.0 Di Lebanon

Merdekajayapos.com SURABAYA - KRI Sultan Iskandar Muda (SIM) -367 seolah tak henti mendulang prestasi dalam mengemban misi bersama Satgas MTF TNI Konga XXVIII-M/UNIFIL di Lebanon. Kapal perang dari Satuan Kapal Eskorta Koarmada II ini, baru saja diberi kehormatan sebagai kapal markas dalam latihan Periodic Capability and Readiness Days 4.0 (PICARD 4.0).

KRI SIM-367 Jadi Kapal Markas Latihan PICARD 4.0 Di Lebanon

Status kehormatan tersebut diberikan oleh Pejabat nomor 1 (satu) UNIFIL, yakni UNIFIL Head of Mission/Force Commander (HoM/FC), Major General Aroldo Lazaro Saenz saat memimpin PICARD 4.0 di Laut Mediterania Lebanon,  Kamis (31/03/2022). 

Pejabat UNIFIL bermarkas di KRI SIM - -367

Latihan PICARD merupakan latihan bersama yang dilaksanakan secara periodik oleh seluruh kapal perang peserta UNIFIL Maritime Task Force (MTF) di perairan Lebanon. " Dinamakan Exercise PICARD 4.0 karena latihan ini telah 4 kali dilaksanakan dengan tujuan menjaga kebersamaan, kesetaraan doktrin dan literasi/dokumen latihan antar beberapa kapal perang negara asing yang tergabung dalam MTF, " tutur Letkol Laut (P) Abdul Haris, Komandan KRI SIM-367 sekaligus Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-M/UNIFIL.

Disamping itu juga tambah Haris-sapaan karibnya, PICARD 4.0  dilaksanakan untuk menjaga profesionalisme prajurit selain melaksanakan tugas pokoknya, yakni pelayaran patroli menjaga perairan Lebanon. 

Sementara itu sebagai kapal markas, KRI SIM-367 mendapat wewenang untuk memimpin tiga kapal perang lainnya yang terlibat Latihan PICARD 4.0, antara lain Kapal Perang Negara Bangladesh, Kapal Perang Negara Turki, dan Kapal Perang Negara Yunani. 

Latihan penembakan meriam dari KRI SIM - 367

Hal ini disebabkan pemimpin tertinggi UNIFIL, Major General Aroldo Lazaro Saenz bersama MTF Commander (MTFC) UNIFIL Rear Admiral Andreas Markus Mugge ,onboard di KRI SIM untuk ikut berlayar meninjau langsung pelaksanaan tugas kapal-kapal di daerah operasi UNIFIL bagian laut atau Area of Maritime Operation (AMO), dan memantau langsung latihan bersama PICARD 4.0 diatas wings bridge KRI SIM-367.

Adapun rangkaian latihan meliputi Advanced Maneuvering Exercises, Gunnery Exercise, Navcomex, serta Fly Exercise yang dilaksanakan oleh Helikopter AS 565 MBE Panther HS-4206 yang onboard di KRI SIM-367.Gauk panjang tanda penghormatan pun dibunyikan oleh ketiga kapal perang lainnya kepada KRI SIM-367 saat melaksanakan sailing pass. 

 Disela-sela waktu latihan, HoM/FC Major General Aroldo Lazaro Saenz memberikan pengarahan kepada seluruh peacekeeper prajurit KRI SIM-367 di loungeroom tamtama. Ia sangat bangga dan berterima kasih kepada seluruh prajurit, yang telah berhasil melaksanakan tugas pokok MTF dan menunjukkan dedikasi, loyalitas dan profesionalitas dalam kancah Internasional. Terbukti sampai dengan saat ini, KRI SIM-367 selalu dapat melaksanakan seluruh tugas yang diberikan UNIFIL MTF dengan sangat baik dan tuntas.

Selanjutnya HoM/FC terbang kembali ke Naquora HQ bersama Helikopter AS 565 MBE Panther HS-4206 dan seluruh kapal bergerak menuju Zona Barbara 3 untuk melaksanakan latihan penembakan Meriam/Gunnery Exercise. Kadiv PAA KRI SIM-367, Kapten laut (P) Bayu Guruh Purnomo bersama tim penembak Meriam 76MM mendapatkan koin Bravo Zulu (BZ) dari MTFC karena 4 (empat) peluru tembakan tepat sasaran. Semangat tanpa lelah terpancar dari prajurit KRI SIM-367 dalam melaksanakan seluruh rangkaian latihan sampai dengan selesai yang ditutup dengan serial latihan Navcomex pada malam hari.

“Segala perencanaan dan latihan yang telah kita laksanakan selama ini terbayar hari ini. Walaupun menjelang akhir penugasan, kita tetap bersemangat dalam melaksanakan latihan. Bukan hanya latihan, kita juga dipercayaan dan diberikan kehormatan sebagai kapal markas oleh pemimpin UNIFIL. Kepercayaan tidak bisa begitu saja didapat, namun harus diraih dengan usaha yang luar biasa. Kita sudah membuktikan itu.” Tutup Dansatgas kepada seluruh prajurit setelah kapal sandar selesai latihan. (Edi sulton).


Berita Selanjutnya Berita Sebelumnya
Belum Ada Komentar
Tambah Komentar
comment url