Majelis Ekonomi PDM Jepara Adakan Sarasehan Pemberdayaan Ekonomi

Sarasehan Majelis ekonomi PDM Jepara

JEPARA - Majelis Ekonomi Pimpinan daerah Muhammadiyah ( MEK PDM) Jepara mengadakan sarasehan pemberdayaan ekonomi umat dengan tema  merawat barang yang terabaikan menjadi barang yang berharga. 


Adapun materi pembahasan yaitu : budidaya lebah klanceng, dengan narasumber Supriyanto dari desa Slagi kecamatan Pakis Aji Jepara, budidaya tabulampot oleh Heri Ashari dari Sinanggul kecamatan Mlonggo Jepara, bisnis jelantah oleh JSM Jepara. Dengan peserta dari Keling, Kembang, Bangsri, Mlonggo, Pakis Aji, Jepara kota, Tahunan, Mayong dan Nalumsari. Bertempat di Mushola At Taqwa dukuh Krasak Bangsri Jepara, Ahad 25/12/2022 M, 2 Jumadil Akhir 1444 H.

Tabulampot Heri Ashari di Sinanggul

Setelah sarasehan selesai dilanjutkan dengan diskusi lapangan  yakni tabulampot di rumah Heri  Ashari desa Sinanggul kecamatan Mlonggo Jepara.


" Dalam materi sarasehan ini salah satu pembahasan lebah klanceng yang terabaikan oleh masyarakat, ternyata bisa dibudidayakan dan bisa dijadikan penghasilan tambahan. Budidaya tanaman buah dalam pot, juga bisa bersinergi klanceng, karena bunganya sebagai bahan pakan klanceng, dan sebaliknya klanceng sebagai sarana penyerbukan. Minyak jelantah yang terabaikan pun bisa menjadi komoditas dan seterusnya", terang Majelis Ekonomi PDM Jepara , Darsyaf Noor.


Selain itu juga Darsyaf Noor menjelaskan bahwa tujuan sarasehan ini adalah memberdayakan bahan murah menjadi bahan bernilai ekonomi lebih, seperti jelantah dikumpulkan secara sukarela di masjid atau mushola yang kemudian akan menghasilkan nilai lebih.


Demikian juga dengan budidaya lebah klanceng yang berdampingan dengan tabulampot ketika pohon ini berbunga akan dibantu penyerbukan oleh lebah klanceng dengan begitu bunga diserbukkan oleh lebah klanceng terjadi persilangan alami yang diharapkan akan membuat buah lebih bagus dan lebah klanceng mendapatkan makanan dari serbuk bunga pohon tabulampot, terjadi hal saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme.

Edi sulton

Berita Selanjutnya Berita Sebelumnya
Belum Ada Komentar
Tambah Komentar
comment url