Akhiri Perdagangan Sepekan IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke Level 6.177
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri fluktuasi transaksi sepekan di bursa domestik dengan hasil positif. Pada penutupan perdagangan sesi II Jumat sore, indeks acuan nasional tersebut ditutup menguat tipis sebesar 4,80 poin atau naik 0,08 persen, yang membawanya bertengger di level 6.177,14.
![]() |
Akhiri Perdagangan Sepekan, IHSG Ditutup Menguat ke 6.177. (Foto iNews Media Group) |
Aktivitas pasar modal menjelang akhir pekan ini terpantau sangat ramai. Volume transaksi yang dibukukan oleh para pelaku pasar mencapai 30,29 miliar saham dengan total nilai transaksi menyentuh Rp25,97 triliun. Adapun frekuensi perdagangan harian tercatat mencapai 1,71 juta kali transaksi, dengan total nilai kapitalisasi pasar (market cap) bursa kini berada di angka Rp10.788 triliun.
Pergerakan Sektor Infrastruktur dan Kesehatan Memimpin
Dari total 11 indeks sektoral yang melantai di BEI, lima sektor di antaranya sukses finish di zona hijau dan menjadi penopang laju indeks hari ini. Sektor infrastruktur menjadi motor penggerak utama dengan mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,61 persen.
Penguatan tersebut kemudian disusul oleh sektor kesehatan yang naik sebesar 1,52 persen, sektor konsumer nonsiklikal sebesar 1,09 persen, sektor konsumer siklikal sebesar 0,40 persen, serta sektor transportasi yang menguat tipis 0,20 persen.
Jajaran Saham Top Gainers dan Top Losers
Di barisan saham-saham yang mencatatkan keuntungan tertinggi (top gainers), saham PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) memimpin setelah melonjak signifikan sebesar 34,29 persen ke level Rp94. Di posisi berikutnya, saham PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) ikut melesat 25 persen ke angka Rp145, disusul oleh PT Mega Perintis Tbk (ZONE) yang menguat 25 persen ke level Rp545.
Sebaliknya, tekanan jual menempatkan sejumlah emiten ke dalam daftar pelemahan terdalam (top losers). Posisi ini dipimpin oleh saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang merosot sebesar 14,97 persen menjadi Rp16.325.
Tren penurunan ini juga diikuti oleh saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang terpangkas 14,83 persen ke level Rp2.700, serta PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) yang merosot 11,31 persen dan tertahan di level Rp392 pada akhir perdagangan.
Sumber: IDX / MJP - Leon
