Menaker Ajak Industri KEK Mandalika Bergabung di MagangHub, Perkuat Serapan Tenaga Kerja

LOMBOK TENGAH - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak perusahaan-perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bergabung dalam Program Magang Nasional MagangHub sebagai langkah memperluas serapan tenaga kerja sekaligus menyiapkan lulusan baru (fresh graduate) yang siap memasuki dunia kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli berdiskusi dengan pelaku industri di KEK Mandalika, Lombok Tengah, Jumat (3/7/2026), guna memperkuat kolaborasi MagangHub dan pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli berdiskusi dengan pelaku industri di KEK Mandalika, Lombok Tengah, Jumat (3/7/2026), guna memperkuat kolaborasi MagangHub dan pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri.

Ajakan tersebut disampaikan Yassierli saat menghadiri diskusi Identifikasi Ketenagakerjaan dan Pelatihan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (3/7/2026). Menurutnya, sinergi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan industri.

"Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci meningkatkan serapan tenaga kerja, terutama di tengah tingginya jumlah lulusan perguruan tinggi setiap tahun," kata Yassierli.

Kuota MagangHub Naik Menjadi 150 Ribu Peserta

Untuk memperluas manfaat MagangHub, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah peserta menjadi 150 ribu orang pada 2026. Usulan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tersebut telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia dan memperluas kesempatan kerja.

Menaker berharap kuota tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya generasi muda yang ingin meningkatkan kompetensi melalui program magang berbasis industri.

"Saya berharap 150 ribu kuota ini juga dapat dimanfaatkan dan terdistribusi oleh teman-teman di Nusa Tenggara Barat secara merata," ujarnya.

Berdasarkan evaluasi pelaksanaan MagangHub pada 2025 yang diikuti 100 ribu peserta, tingkat kepuasan peserta mencapai 86 persen. Sementara itu, tingkat kepuasan perusahaan terhadap kinerja peserta magang berada pada kisaran 85 hingga 86 persen.

Menurut Yassierli, hasil evaluasi juga menunjukkan adanya peningkatan kompetensi yang signifikan. Sekitar 30 persen peserta bahkan langsung ditawarkan bekerja dan diangkat sebagai karyawan tetap di perusahaan tempat mereka menjalani program magang.

Selain meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja, MagangHub memudahkan perusahaan memperoleh talenta sesuai kebutuhan. Pemerintah juga memberikan dukungan berupa subsidi program serta fasilitasi sertifikasi kompetensi secara gratis melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kemnaker Terapkan Pelatihan Vokasi Berbasis Kebutuhan Industri

Dalam kesempatan tersebut, Yassierli mengungkapkan Kemnaker bergerak cepat merespons keluhan pelaku usaha di KEK Mandalika yang masih mengalami kesulitan mendapatkan tenaga kerja lokal dengan kompetensi, sertifikasi, dan lisensi sesuai standar industri.

Melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Ditjen Binalavotas), Kemnaker akan memperkuat pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri (demand-driven training) agar lulusan pelatihan memiliki keterampilan yang benar-benar dibutuhkan oleh dunia usaha.

"Kita harus mengubah paradigma pelatihan dari yang bersifat supply-driven menjadi sepenuhnya digerakkan oleh kebutuhan industri penanam modal di kawasan KEK," tegas Yassierli.

BPVP Lombok Timur Diperkuat Dukung Industri Pariwisata

Untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja di KEK Mandalika, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur bersama seluruh Balai Latihan Kerja Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLK UPTD) akan menjadi ujung tombak penyelenggaraan pelatihan vokasi berbasis industri.

BPVP Lombok Timur memiliki keunggulan pada bidang pariwisata, hospitality, serta berbagai kejuruan adaptif yang selaras dengan perkembangan investasi dan sektor pariwisata di Mandalika. Menaker berharap kolaborasi antara pemerintah, balai pelatihan, dan pelaku industri mampu menciptakan tenaga kerja yang kompeten sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di kawasan tersebut.

Yassierli juga mengajak perusahaan yang beroperasi di KEK Mandalika untuk bergabung dalam MagangHub. Sementara itu, lulusan baru maupun pencari kerja dapat mengakses portal resmi MagangHub Kemnaker untuk memperoleh informasi program, pendaftaran, serta peluang magang dan penempatan kerja.

Sumber : Biro Humas Kemnaker / MJP - LEON

Berita Selanjutnya Berita Sebelumnya
No Comment
Add Comment
comment url