Kejurda VII Tapak Suci Jepara Diikuti 200 Peserta dari 15 Cabang Latihan

Kejurda VII Tapak Suci Jepara 2026
Kejurda VII Tapak Suci Jepara menjadi ajang pembinaan atlet pencak silat muda sekaligus penguatan karakter dan nilai keimanan


JEPARA – Pimpinan Daerah Tapak Suci Putera Muhammadiyah 146 Jepara menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) VII untuk mewadahi minat dan bakat generasi muda dalam pencak silat, mulai dari kelompok usia dini hingga remaja.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 10–11 Oktober 2026, tersebut dipusatkan di Gedung Dakwah Umar Hasyim, Desa Blimbingrejo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara. Kejurda kali ini diikuti 200 peserta yang berasal dari 15 cabang latihan.

Ketua Pimpinan Daerah Tapak Suci Putera Muhammadiyah Jepara, Bambang Sulistyo, M.H., mengatakan Kejurda menjadi bagian dari proses pembinaan peserta, tidak hanya dalam kemampuan fisik dan olahraga, tetapi juga dalam penguatan nilai keimanan dan ketakwaan.

“Proses menjadi atlet yang tidak hanya kuat fisik, tapi juga harus kuat iman dan takwanya,” terang Bambang Sulistyo saat menyampaikan sambutan pembukaan Kejurda VII Tapak Suci Jepara.

Tapak Suci Menjadi Jalur Dakwah Muhammadiyah

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara, H. Hanbali, menyampaikan bahwa Tapak Suci memiliki peran istimewa sebagai organisasi otonom Muhammadiyah. Menurutnya, pencak silat menjadi salah satu sarana dakwah yang dapat menjangkau masyarakat tanpa sekat.

“Tapak Suci merupakan Ortom Muhammadiyah yang spesial atau istimewa, karena bisa masuk ke mana saja. Jalur dakwahnya tanpa sekat dan tanpa batas melalui pencak silat,” ujar Hanbali.

Melalui kegiatan Kejurda, pembinaan generasi muda diharapkan tidak hanya berorientasi pada kemampuan bertanding, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai yang menjadi bagian dari pendidikan di Tapak Suci.

Sekretaris IPSI Jepara Apresiasi Pembinaan Atlet Tapak Suci

Pembukaan Kejurda VII Tapak Suci Jepara turut dihadiri Sekretaris Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jepara, Heru Widiyatmoko, S.Pd. Ia mengapresiasi konsistensi Tapak Suci dalam melakukan pembinaan atlet pencak silat.

Heru menyebut kontribusi atlet Tapak Suci terlihat dari prestasi yang diraih dalam ajang olahraga pelajar tingkat Provinsi Jawa Tengah. Menurut keterangannya, salah satu atlet pencak silat yang mewakili Jepara berhasil meraih juara kedua.

“Ini terbukti dalam Porprov (Pekan Olahraga Pelajar Provinsi Jawa Tengah) kemarin, satu-satunya atlet silat yang mengangkat IPSI Jepara ya dari Tapak Suci dengan raihan juara dua,” ujarnya.

Ia menilai Kejurda menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan karena memberi ruang bagi atlet untuk mengikuti kompetisi sekaligus memantau perkembangan kemampuan mereka.

Melalui penyelenggaraan Kejurda VII, Tapak Suci Jepara terus menjalankan pembinaan atlet muda agar dapat berkembang dan bersaing dengan pesilat dari berbagai perguruan yang ada di Kabupaten Jepara. (@ries)

Berita Selanjutnya Berita Sebelumnya
No Comment
Add Comment
comment url