Tercatat Angka Kriminalitas Jawa tengah Turun Tahun 2020 - MERDEKA JAYA POS

Breaking

MERDEKA JAYA POS

Berita Jepara Indonesia Terkini Hari Ini, Berita Harian Terkini Terpercaya daerah Jepara terlengkap terupdate seputar Jepara dan Indonesia- Merdeka Jaya Pos.

Post Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 31 Desember 2020

Tercatat Angka Kriminalitas Jawa tengah Turun Tahun 2020

Kriminalitas Di Jawa Tengah Alami Penurunan di Tahun 2020

Tercatat Angka Kriminalitas Jawa tengah Turun Tahun 2020

Semarang- Sepanjang tahun 2020 kasus kriminalitas yang terdata di Polda Jateng mengalami penurunan. Tercatat angka kasus kriminalitas di Jateng selama tahun 2020 mencapai angka 9.080 kasus. Angka itu turun sekitar 5,6% dari jumlah kejahatan yang terjadi pada tahun 2019, yakni 9.615 kasus. 


Dari sekian banyak kasus sekitar 6.013 kasus merupakan tindak kejahatan yang mengakibatkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat seperti halnya pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), narkoba, penipuan, serta perjudian.


Terkait kasus Curat sepanjang tahun 2020 dari capaian angka 1.592 kasus terjadi Penurunan 7% di tahun lalu, yakni 1.707 kasus. Sedangkan kasus curanmor terjadi penurunan dari angka 1.441 menjadi 1.267 kasus.


Meski demikian, kasus kejahatan seperti tindak penyalahgunaan narkoba, pencurian dengan kekerasan (curas), dan peredaran uang palsu justru meningkat.


Sepanjang 2020, tercatat ada 1.642 kasus narkoba atau naik 20 dibanding 2019, yakni 1.372 kasus. Sementara kasus curas naik dari 181 kasus, menjadi 217 kasus atau naik 20%.


Peredaran Uang Palsu


Pun demikian dengan kasus peredaran uang palsu yang mengalami kenaikan. Pada 2019 tercatat ada 14 kasus peredaran uang palsu yang ditangani Polda Jateng. Namun, jumlah itu naik 79% pada tahun 2020 menjadi 25 kasus.


Selain menangani kasus tindak pidana kejahatan, selama 2020 jajaran Polda Jateng juga terlibat dalam berbagai kegiatan operasi yustisi dalam rangka pencegahan persebaran Covid-19.


Total ada 277.881 kegiatan operasi yustisi yang melibatkan jajaran Polda Jateng. Dari kegiatan sebanyak itu, 1.807.400 orang pelanggar yang terjaring mendapat sanksi lisan. Sedangkan 195.632 pelanggar mendapat sanksi tertulis.


Sementara 8.857 pelanggar mendapat sanksi berupa denda administrasi. Total jumlah uang hasil denda yang dikumpulkan mencapai Rp317.168.000. Sedangkan tempat usaha yang mendapat sanksi berupa pemberhentian atau penutupan sementara mencapai 229 tempat usaha. (RedMjp)



Sumber Humas Jateng


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad