Bupati Pati Kembali Tinjau Suntik Vaksin PMK Desa Purwokerto Kayen

PATI Merdekajayapos.com - Bupati Pati Haryanto, kembali meninjau pelaksanaan suntik vaksin PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) di kandang milik warga Desa Purwokerto, Kecamatan Kayen. Kamis (30/6).

Bupati Pati Kembali Tinjau Suntik Vaksin PMK
Bupati Haryanto tinjau vaksin PMK ternak sapi

Bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Pati Pujo Winarno dan Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Pati, Nikentri Meiningrum, Haryanto juga meninjau suntik vaksin PMK di Desa Sumbersari. 

Bupati: Pemkab Pati Dapat 4 ribu Vaksin PMK

Bupati menyebut, dari jatah 4 ribu vaksin PMK, yang didapat Pemkab Pati, sekitar 1.200 diantaranya sudah disuntikkan ke hewan ternak.

"Dari 4 ribu vaksin, sudah sekitar 1.200 disuntikkan. Akan selesai dalam 2-3 hari. Ternak yang sehat juga tadi sudah kami beri vitamin untuk mencegah tertular PMK," jelas Haryanto.

Sebelum meninjau suntik vaksin PMK di wilayah Kecamatan Kayen, pihaknya juga telah melakukan peninjauan di wilayah Pucakwangi dan Jakenan.

"Alhamdulillah di wilayah Kayen sini tidak banyak kasus PMK. Mudah-mudahan tidak berkembang," jelas bupati. 

Bupati Pati Haryanto berharap, wabah PMK segera teratasi dengan adanya vaksin

Dengan harapan adanya vaksin PMK wabah dapat dicegah penularannya, peternak juga diharapkan bisa melakukan penanganan mandiri terhadap ternak yang sakit 

"Yang sakit dan belum tervaksin, ada ramuan herbal yang bisa dibuat sendiri yaitu dari kunir, jahe, dan madu," tuturnya. 

Hal terpenting, menurut Bupati Haryanto, jangan sampai para peternak terlalu khawatir sehingga mudah ditakut-takuti untuk menjual hewan ternaknya dengan harga terlalu murah.

"Kasihan kalau seperti itu. Karena rata-rata di pedesaan ini tabungan masyarakat ialah hewan ternak sapi maupun kambing. Karena setelah selesai bertani, waktu luang dimanfaatkan masyarakat untuk memelihara ternak," jelas Bupati. 

Haryanto pun menambahkan, bahwa pihaknya bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)  dan tim Penanganan Reaksi Cepat (PRC) PMK,  telah menggelar rapat untuk menginventarisasi kebutuhan di luar vaksin.

"Karena vaksin masih dari luar negeri. Di Indonesia belum ada. Paling tidak ada langkah-langkah. Ketersediaan anggaran paling utama untuk membantu penanganan PMK ini," jelas bupati. 

Sukemi, warga Desa Purwokerto Kecamatan Kayen, yang memiliki empat ekor sapi di kandang miliknya mengaku bersyukur dan berterima kasih pada Bupati yang telah memberinya vaksin dan vitamin untuk hewan ternak miliknya.

"Empat ekor sapi saya semua sehat. Di Desa Purwokerto setahu saya tidak ada yang kena PMK. Tidak ada masyarakat yang terlalu khawatir karena di sini aman, harga juga masih normal," pungkasnya. (@ries).


Berita Selanjutnya Berita Sebelumnya
Belum Ada Komentar
Tambah Komentar
comment url