Aurel Oktavia Entertainer Musisi Cantik Kelahiran Malang Optimis di Musik Dangdut Jawa

Aurel Oktavia
Aurel Oktavia Entertainer dan musisi cantik kelahiran kota Malang Jawa timur ini optimis berkarir pada jalur Musik Dangdut berbahasa Jawa digelutinya saat ini.

Aurel Oktavia entertainer dan musisi Dangdut kelahiran kota malang jawa timur adalah anak pasangan Usep Hidayat dan Siti muntama. Niatnya menekuni musik dangdut awalnya sempat ditentang keras oleh sang ayah. Namun Aurel Oktavia kemudian bisa meyakinkan orangtuanya dengan mencari rezeki di dunia musik dangdut dari panggung ke panggung di Jawa Timur. 

Usep pun luluh dan merestui jalan hidup yang dikehendaki Aurel Oktavia. “Selama niat kita baik, termasuk untuk membanggakan orang tua, yakin saja orang tua pasti akan merestui,” kata Aurel mengenang awal ia merintis karir menjadi musisi di panggung musik.

Lagu dangdut berbahasa Jawa kini semakin digandrungi banyak orang. Dari yang dulunya dianggap identik musiknya orang pinggiran, kini berhasil menembus pendengar musik arus utama (mainstream), termasuk ke telinga kalangan anak muda.

Sepeninggal ikon penyanyi lagu Jawa, Didi Kempot, wajah-wajah musisi yang biasa menyanyikan lagu Jawa, silih berganti mewarnai blantika musik tanah air. Yang paling fenomenal tentu saja Denny Caknan, penyanyi dan pencipta lagu koplo yang populer sejak membawakan lagi Kartonyono Medot Janji. 

Lalu ada Helarius Daru Indrajaya atau biasa akrab disapa Ndarboy Genk, Dory Harsa, dan Sonny Josz. Banyuwangi juga menyumbang penyanyi lagu Jawa, yaitu Cak Diqin dan generasi di bawahnya, Farel Prayoga. Farel merupakan musisi cilik berusia 12 tahun yang sukses membetot perhatian publik, berkat penampilannya saat peringatan HUT RI ke-77 di Istana Negara. 

Generasi baru penyanyi lagu berbahasa Jawa pun mulai bermunculan. Salah satunya pedangdut asal Malang, Aurel Oktavia. Uniknya, demi keinginannya membawa genre dangdut berbahasa Jawa naik kelas, Aurel rela hijrah ke Jakarta dan bernaung di bawah label musik Andromeda Record sejak awal 2022.

Latar belakang Aurel sampai menekuni dangdut ini cukup unik dan menarik. Gadis Malang ini awalnya justru dikenal saat memenangkan lomba melafalkan ayat-ayat suci Al-Quran (Qori’) mewakili Provinsi Jawa Timur di ajang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ). 

Penggemar Aurel Oktavia

Nama Aurel Oktavia perlahan semakin dikenal menjadi musisi panggung di kalangan pecinta musik dangdut jawa dan tentunya punya penggemar tersendiri. Para penggemar Aurel Oktavia pun menyebut dirinya sebagai Uwel Lover. Mereka tidak hanya menyukai suara Aurel Oktavia yang merdu, dia cantik dan punya karakter yang sangat sopan kepada penggemarnya.

Single Perdana Jadi soundtrack Sinetron

Kiprah Aurel Oktavia menjadi entertainer dan musisi di ibu kota ditandai dengan kemunculan single perdana musik dangdut jawa berjudul “Lemah Teles” yang diciptakan oleh Vicky Prasetyo. Suara merdu Aurel Oktavia di single “Lemah Teles” ini bahkan menjadi soundtrack di Sinetron RT Kampung Ambyar, MNCTV. 

Single baru Aurel Oktavia

Tak berhenti sampai disitu, sukses luncurkan single perdana, Aurel Oktavia kemudian meluncurkan single baru musik dangdut lain yang berjudul “Tamu Kondangan”. Dalam lagu Tamu Kondangan, Aurel Oktavia kembali menggunakan bahasa Jawa. 

Aurel Oktavia

Lirik lagu dangdut jawa berjudul Tamu Kondangan sendiri menceritakan tentang kisah perempuan yang hancur karena ditinggal nikah tiba-tiba oleh kekasihnya. Tanpa ada kabar, tahu-tahu ia mendapat undangan dari kekasihnya yang hilang dengan wanita lain.

“Banyak generasi muda yang menikmati dan menyukai musik berbahasa Jawa sebagai media ekspresi rasa dan emosi mereka. Jadi wajar kalau single lagu dangdut saya juga banyak mengambil tema yang bisa mewakili perasaan anak muda kita,” tutur Aurel.

Aurel Oktavia pun optimis dengan popularitas lagu dangdut berbahasa Jawa ini akan terus terdongkrak. Mengingat sudah terbentuknya kelompok penggemar musik dangdut berbahasa Jawa seperti Sobat Ambyar. “Realitas ini pula yang menyuntikkan semangat buat penyanyi wajah baru seperti saya. Lagu-lagu berbahasa Jawa harus eksis dan mapan,” ujar Aurel. 

Kecintaan Aurel Oktavia pada musik dangdut berbahasa Jawa bukannya tanpa alasan. Ia melihat bahwa musik berbahasa Jawa juga merupakan aset budaya Indonesia yang tak ternilai. “Kita lihat Korea Selatan bisa mendunia dengan K-Pop. Artinya musik dengan karakter otentik seperti dangdut berbahasa jawa itu bisa jadi aset berharga dari sebuah bangsa,” pungkas Aurel. 

Aurel Oktavia pun bertekad ingin turut mempopulerkan musik dangdut berbahasa Jawa. Tak hanya makin populer, Aurel Oktavia juga ingin ikut membawa dangdut berbahasa Jawa bisa semakin moncer di masa depan.

@ries


Berita Selanjutnya Berita Sebelumnya
Belum Ada Komentar
Tambah Komentar
comment url