Harkitnas 2026 Jepara Ketua DPRD Agus Sutisna Soroti Ancaman Digital bagi Tunas Bangsa

 

Pesan Ketua Dprd di Harkitnas 2026 Jepara
Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna menyoroti pentingnya literasi digital untuk melindungi tunas bangsa saat Harkitnas 2026 Jepara, Rabu (20/5/2026).


JEPARA – Harkitnas 2026 Jepara menjadi momentum penting bagi Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna untuk menyoroti ancaman digital terhadap tunas bangsa dan pentingnya literasi digital anak di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 Jepara berlangsung khidmat di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara, Rabu (20/5/2026). Upacara Harkitnas Jepara tersebut dihadiri Wakil Bupati Jepara Ibnu Hajar, Dandim 0719/Jepara, jajaran Forkopimda, hingga seluruh kepala OPD di lingkungan Pemkab Jepara.

Dalam sambutannya, Menteri Komunikasi dan Digital menegaskan pentingnya transformasi dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan digital di era modern.

Tema nasional Harkitnas 2026 yakni “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Agus Sutisna DPRD Jepara Ingatkan Ancaman Era Digital

Usai mengikuti upacara, Agus Sutisna DPRD Jepara menegaskan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tahunan.

Menurut Ketua DPRD Jepara tersebut, generasi muda kini menghadapi ancaman yang jauh lebih kompleks dibanding masa sebelumnya, terutama akibat derasnya arus informasi digital.

"Anak-anak kita adalah tunas bangsa. Tapi tanpa bekal yang tepat, mereka bisa tumbang. Bukan karena musuh dari luar, tetapi karena zaman yang berubah begitu cepat,” ujar Agus Sutisna.

Ia menilai kebangkitan nasional 2026 harus dimaknai sebagai upaya membangun generasi muda Jepara yang kuat secara karakter, intelektual, dan moral.

Ketua DPRD Jepara Tekankan Pendidikan dan Keberanian Moral

Agus Sutisna menyebut ada tiga bekal utama yang harus dimiliki generasi muda Jepara agar mampu menghadapi tantangan zaman digital.

Pertama adalah pendidikan yang membebaskan, bukan membebani.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis dan keberanian menyampaikan pendapat.

“Kita harus melahirkan generasi yang tangguh secara intelektual, bukan hanya patuh secara administratif,” katanya.

Bekal kedua adalah keberanian moral.

Ketua DPRD Jepara itu menilai anak muda harus memiliki keberanian melawan perundungan, menolak hoaks, dan membela kebenaran di tengah derasnya informasi media sosial.

“Tunas bangsa harus berani. Berani mengatakan tidak pada perundungan, berani menolak hoaks, dan berani membela kebenaran meski sendirian,” tegasnya.

Literasi Digital Anak Jadi Sorotan Harkitnas Jepara

Dalam momentum Harkitnas Jepara, Agus Sutisna juga menyoroti pentingnya penguatan literasi digital anak dan generasi muda Jepara.

Ia menegaskan kemampuan digital saat ini tidak cukup hanya sebatas menggunakan media sosial, tetapi juga harus mampu memahami, memilah, dan memverifikasi informasi yang diterima.

Menurutnya, penguatan literasi digital menjadi langkah penting agar anak-anak tidak mudah terpapar konten negatif, hoaks, maupun manipulasi algoritma digital.

Agus juga mendukung penerapan PP TUNAS atau Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang perlindungan anak di ruang digital.

“Aturan itu bukan pembatasan. Itu penyelamatan,” ujarnya.

Harkitnas 2026 Jepara Jadi Pengingat Masa Depan Generasi Muda

Di akhir pernyataannya, Agus Sutisna mengingatkan bahwa semangat Harkitnas 2026 Jepara harus diwujudkan dalam langkah nyata membangun generasi penerus bangsa yang tangguh menghadapi era digital.

"Kita tidak boleh hanya bangga dengan sejarah kebangkitan 1908. Pertanyaannya sekarang, apakah kita sedang menyiapkan kebangkitan generasi berikutnya, atau justru membiarkan mereka runtuh oleh algoritma?” pungkasnya.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 Jepara pun menjadi pengingat bahwa kebangkitan bangsa tidak hanya soal mengenang sejarah, tetapi juga memastikan tunas bangsa memiliki pendidikan, karakter, dan literasi digital yang kuat untuk menghadapi masa depan.


@ries

Berita Selanjutnya Berita Sebelumnya
No Comment
Add Comment
comment url