Kekeringan Jepara, Pemkab Perkuat Irigasi dan Sumber Air Pertanian
![]() |
| Pemkab Jepara memperkuat irigasi, embung dan 30 sumur dalam untuk menghadapi potensi kekeringan dan menjaga kebutuhan air pertanian |
JEPARA – Menghadapi potensi kekeringan Jepara di sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Jepara menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga ketersediaan air. Upaya tersebut dilakukan melalui pembenahan saluran irigasi, pembangunan bendung dan embung, hingga pembuatan 30 titik sumur dalam di sejumlah wilayah.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mudhofir, saat meninjau Embung Belik Gesing di Desa Bringin, Kecamatan Batealit, Jumat (25/6/2026).
Menurut Mudhofir, kondisi alam dan ketersediaan air menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam setiap musim tanam. Keterbatasan pasokan air dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman, termasuk jagung yang berisiko mengalami kekeringan ketika kebutuhan air tidak tercukupi.
“Pemkab Jepara berupaya bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan petani, agar penggunaan air bisa lebih efisien,” kata Mudhofir.
Pemkab Jepara Siapkan Irigasi dan Sumber Air
Selain membangun infrastruktur sumber air, Pemkab Jepara juga melakukan antisipasi melalui penyuluhan kepada petani.
Para penyuluh mendampingi petani dalam menyesuaikan pola dan teknik pertanaman dengan kondisi ketersediaan air di masing-masing wilayah.
“Data kondisi lahan dan berbagai persoalan yang dihadapi petani menjadi salah satu dasar, dalam menentukan langkah penanganan. Hal ini penting untuk mengurangi risiko tanaman mengalami puso atau gagal panen akibat kekurangan air,” jelasnya.
Dari sekitar 21 ribu hektare Lahan Baku Sawah (LBS) di Jepara, sekitar 30 persen masih ditanami padi pada musim tanam ketiga.
Kondisi tersebut membuat pengelolaan air menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian. Sejumlah wilayah di Jepara juga sebelumnya pernah mengalami dampak kekeringan, salah satunya Kecamatan Kedung.
Embung Belik Gesing Dukung Pengairan Lahan Pertanian
Untuk memperkuat sumber air pertanian, pihaknya mendorong pembangunan embung di wilayah yang memiliki sumber air. Salah satunya Embung Belik Gesing di Desa Bringin, Kecamatan Batealit.
Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 500 meter kubik dan dapat mendukung pengairan lahan pertanian seluas sekitar 11 hektare.
“Kalau ada sumber air di dekat lahan pertanian, kami minta diinformasikan agar bisa kami fasilitasi,” ujar Mudhofir.
Meski demikian, keberadaan embung tidak selalu menjamin ketersediaan air sepanjang musim kemarau.
Embung yang berada di wilayah dengan sumber air terbatas tetap berpotensi mengering apabila kemarau berlangsung cukup panjang.
30 Titik Sumur Dalam Dibangun untuk Antisipasi Kekurangan Air
Selain embung dan irigasi, Pemkab Jepara juga membangun 30 titik sumur dalam pada tahun ini.
Tiga di antaranya menggunakan tenaga surya untuk mendukung operasional pompa, terutama pada lokasi yang dinilai memiliki manfaat besar bagi kebutuhan pertanian.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sumber air pertanian sekaligus mengantisipasi keterbatasan pasokan air di sejumlah wilayah.
Penyuluh Dampingi Petani Sesuaikan Pola Tanam
Upaya menghadapi potensi kekeringan Jepara tidak hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur.
Pendampingan kepada petani juga dilakukan agar pola dan teknik pertanaman dapat disesuaikan dengan kondisi ketersediaan air di masing-masing wilayah.
Data kondisi lahan serta persoalan yang dihadapi petani menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah penanganan.
Dengan pendekatan tersebut, risiko tanaman mengalami puso atau gagal panen akibat kekurangan air diupayakan dapat ditekan.
Pengelolaan Air Jadi Kunci Pertanian Jepara
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Jepara terus mendorong pengelolaan sumber daya air secara lebih optimal agar aktivitas pertanian tetap berjalan.
Ketua Kelompok Tani Ngudi Karaharjan 1, Zainal Sholikin, mengatakan keberadaan embung membantu menjaga pasokan air bagi sekitar 20 petani yang mengusahakan tanaman padi, jagung, dan kacang.
Upaya memperkuat irigasi, embung, dan sumber air diharapkan dapat mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian sekaligus mengurangi risiko dampak kekurangan air.
